Takengon – Di balik kesederhanaan seragam sekolahnya, Laila Ramadhani menyimpan keteguhan hati yang luar biasa. Siswi SMP 14 Takengon ini mendadak jadi perbincangan hangat setelah kisah perjuangannya mencuri perhatian Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga.
Laila bukan sekadar pelajar biasa. Di sekolahnya, ia dikenal sebagai sosok yang tak pernah lepas dari Al-Qur’an. Suaranya yang merdu saat melantunkan ayat suci seringkali membuat siapa pun yang mendengar merasa teduh. Namun, tak banyak yang tahu bahwa di balik senyumnya, Laila adalah seorang penyintas bencana.
Beberapa bulan lalu, rumah keluarganya turut terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Tengah. Meski kehilangan kenyamanan rumah, semangat Laila untuk belajar dan mengaji tak sedikit pun luntur. Ia tetap konsisten mengejar mimpinya menjadi seorang Hafizah (penghafal Al-Qur’an).
Disiplin Tanpa Gadget dan Peran Guru Inspiratif
Kedisiplinan Laila makin terasah berkat aturan unik di SMP 14 Takengon yang melarang siswa membawa ponsel ke sekolah. Tanpa distraksi dunia maya, Laila fokus sepenuhnya pada pendidikan dan karakter.
Keajaiban kecil juga hadir melalui sosok Ruhdini (59), gurunya yang menunjukkan dedikasi tanpa batas. Meski bukan anak kandung dan arah rumah mereka tidak searah, Ruhdini dengan ikhlas antar-jemput Laila setiap hari sejak keluarganya tinggal di Simpang Kelaping, Kecamatan Pegasing, hingga kini menetap di Luwang, Kampung Kute Lintang.
“Laila orangnya sangat gigih, selalu membaca Al-Qur’an. Bakatnya luar biasa, suaranya sangat merdu. Bahkan saya belajar tajwid dan harkat darinya,” ungkap Ruhdini.
Apresiasi dari Bupati
Mendengar kisah inspiratif ini, Bupati Haili Yoga memberikan apresiasi khusus saat berkunjung ke SMP 14 Takengon, Sabtu (4/4). Didampingi Bunda Guru Risnawati, Bupati menyerahkan bingkisan berupa Al-Qur’an, sajadah, dan mukena kepada Laila serta Ruhdini.
“Luar biasa dengan keikhlasannya (Ibu Ruhdini), ini perlu diapresiasi dan menjadi teladan bagi guru-guru lainnya,” puji Haili Yoga, dikutip dari rilis Pemkab Aceh Tengah, Sabtu, 4 April 2026.
Bupati juga berpesan kepada seluruh siswa agar meneladani akhlak Laila. “Anak-anak harus tetap semangat. Jangan lupa salat, gemar membaca Al-Qur’an, menghormati orang tua dan guru, serta disiplin,” pungkasnya.
Kisah Laila adalah pengingat bagi kita semua: bahwa keterbatasan dan ujian bencana bukanlah penghalang untuk tetap memuliakan Al-Qur’an dan meraih masa depan cerah.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy