Korban Banjir Masih Tinggal di Tenda, DPRA Desak APBA 2026 Fokus Pemulihan Bencana

Anggota DPRA Nora Idah Nita
Anggota DPRA Fraksi Partai Demokrat, Dapil Aceh Tamiang dan Langsa, Nora Idah Nita. Foto: Tangkapan layar Youtube DPR Aceh

Banda Aceh – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Dapil Aceh Tamiang dan Langsa, Nora Idah Nita meminta APBA 2026 wajib difokuskan untuk pemulihan pascabanjir dan tanah longsor di Aceh.

“Saya berharap sekali untuk APBA 2026 agar berpihak kepada masyarakat terdampak bencana Aceh,” kata Nora, dalam rapat paripurna DPRA, Kamis, 12 Februari 2026.

Nora mengingatkan pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh harus memberikan perhatian serius terhadap pemulihan masyarakat terdampak bencana.

“Bukan hanya di Aceh Tamiang, tetapi di wilayah lain di Aceh yang memang hari ni sangat memprihatinkan,” ujar Nora.

Nora mencontohkan, di Aceh Tamiang, banyak masyarakat terdampak bencana yang hingga kini masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.

“Di Aceh Tamiang sendiri saya contohkan, masih banyak yang tinggal di tenda-tenda pengungsian dan malah tidurnya ada yang di kuburan-kuburan Cina. Itu sangat menyedihkan sekali,” ungkapnya.

Menurut Nora, masyarakat tidak bisa kembali ke rumahnya lantaran tak punya uang untuk membersihkan kediaman yang tertimbun lumpur atau material banjir.

“Sementara ini sudah mendekati bulan suci Ramadan. Sedangkan huntara (hunian sementara) belum cukup,” jelas politikus Partai Demokrat ini.

Nora menilai hingga kini kebutuhan masyarakat korban bencana belum terpenuhi. Bahkan, apa yang telah dijanjikan oleh masyarakat juga belum terealisasi dengan baik.

“Sampai detik ini masyarakat belum menerima apa yang dijanjikan oleh pemerintah, seperti ganti perabotan hingga ekonomi. Seperak pun belum mereka dapatkan,” ungkap Nora.

Nora berharap ada kebijakan dan langkah konkret untuk pemulihan masyarakat yang terdampak bencana di seluruh Aceh. Sehingga masyarakat merasakan kehadiran pemerintah di tengah mereka.

“Korban ini adalah masyarakat Aceh, kita sebagai perwakilan di DPRA harus lebih membuka mata dan membuka diri. Jadi bukan hanya menciptakan project-project, tetapi ada bantuan langsung kepada masyarakat,” pungkasnya.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy