Data Sementara

Lebih 4.500 Rumah Rusak Berat di Aceh Timur, Huntara Komunal dan Individual Dibahas

Bupati Al Farlaky konpres data dampak banjir
Bupati Aceh Timur Al-Farlaky menggelar konferensi pers usai Rapat Validasi Data Pembangunan Huntara, di Aula Serbaguna Idi, Sabtu, 3 Januari 2026. Foto: Humas Aceh Timur

Aceh Timur – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengatakan data sementara dampak banjir sebanyak 4.558 rumah rusak berat atau hilang, 4.705 unit rusak sedang, dan 9.043 unit rusak ringan.

Dia menyebut validasi data menjadi tahapan penting agar pembangunan hunian sementara (huntara) tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan.

“Data harus benar-benar jelas, akurat, dan tidak berubah-ubah. Status tanah huntara juga harus diperjelas oleh para camat agar tidak menimbulkan masalah di lapangan,” tegas Al-Farlaky saat Rapat Validasi Data Pembangunan Huntara, di Aula Serbaguna Idi, Sabtu, 3 Januari 2026.

Dalam rapat tersebut dibahas skema pembangunan huntara secara komunal maupun individual. Pembangunan komunal direncanakan di sejumlah wilayah seperti Kecamatan Serbajadi (Lokop), Simpang Ulim, dan Julok.

Adapun pembangunan huntara pada lapak masing-masing warga direncanakan di Kecamatan Pante Bidari, Grong-grong, Seneubok Tuha, Simpang Ulim, Peunaron, Idi Tunong, Peureulak Barat, Banda Alam, Idi Rayeuk, Madat, Peudawa, dan Peureulak.

Al-Farlaky juga menyampaikan skema Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi warga yang memilih tidak menempati huntara, dengan bantuan Rp600 ribu perbulan selama tiga bulan.

Dia turut menghadirkan perwakilan PT Adhi Karya dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). PT Adhi Karya direncanakan menangani pembangunan huntara komunal dalam satu kawasan. Sementara BNPB akan menangani pembangunan huntara individual di atas lapak tanah milik keluarga terdampak.

“Kami merumuskan proses perencanaan pembangunan huntara bagi korban banjir di Aceh Timur. Kita harus segera bergerak, apalagi menghadapi Ramadan. Meski ada kendala tanah seperti di Lokop, pemerintah akan menyelesaikannya dengan baik,” ujar Al-Farlaky, dilansir laman Pemkab Aceh Tmur.

Pemkab Aceh Timur menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemulihan pascabencana. “Dengan memastikan validitas data dan koordinasi lintas pihak berjalan optimal,” ucap Al- Farlaky.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy