Kutacane – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra I melakukan pembersihan dan normalisasi dua sungai di Aceh Tenggara pada 10-11 Desember 2025. Kedua sungai tersebut adalah Perapat Hulu di Kecamatan Babussalam dan Terutung Payung Hulu di Kecamatan Bambel.
Mengutip Laman Kementerian PU, Sabtu, 13 Desember 2025, normalisasi itu disebut untuk memperkuat upaya mitigasi banjir di Aceh Tenggara.
“Kegiatan ini menjadi prioritas setelah tim teknis menemukan adanya penumpukan sedimentasi dan material kayu yang berpotensi menghambat aliran air. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko limpasan saat curah hujan tinggi sehingga langkah penanganan cepat diperlukan untuk menjaga keamanan masyarakat sekitar,” ujar BWS Sumatra I.
Pelaksanaan pekerjaan difokuskan pada pembersihan alur sungai menggunakan alat berat yang dioperasikan langsung oleh tim lapangan BWS Sumatera I. Material lumpur, kayu besar, dan sampah yang menghambat aliran diangkat secara bertahap agar debit air kembali mengalir lancar.
Proses tersebut dilakukan dengan memperhatikan perkembangan kondisi cuaca dan dinamika alur air yang berubah dari hari ke hari. Setiap kegiatan harian juga dicatat sebagai bagian dari monitoring untuk memastikan efektivitas penanganan.
Selain pembersihan, kata BWS, normalisasi sungai dilakukan untuk menata kembali alur air yang mulai menyempit akibat endapan yang menumpuk sejak awal musim hujan.
BWS Sumatra I menurunkan tim untuk melakukan pengukuran dan pengaturan alur guna memulihkan fungsi hidraulik sungai. Pendekatan teknis yang diterapkan bertujuan mengurangi tekanan debit air pada titik-titik rawan. Dengan demikian, aliran air bisa lebih stabil ketika terjadi hujan intensitas tinggi.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy