Takengon, Line1.News – Enggan berpangku tangan menunggu bantuan pemerintah, warga Dusun Kalampo, Desa Lumut, Kecamatan Linge, Aceh Tengah, mengambil langkah berani. Demi menghindari ancaman banjir susulan, masyarakat secara swadaya menyewa tiga unit alat berat untuk melakukan normalisasi sungai Kalampo Aceh Tengah sepanjang 10 kilometer.
Langkah ini diambil menyusul pendangkalan parah akibat tumpukan pasir, lumpur, dan bebatuan sisa banjir besar akhir 2025 lalu. Material tersebut menyumbat aliran sungai dan memicu luapan air setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Kami khawatir air kembali naik saat musim hujan, sehingga masyarakat berinisiatif melakukan normalisasi sepanjang aliran sungai,” ujar Abadi, salah seorang warga, kepada Line1.News, Senin, 20 April 2026.
Bantah Isu Tambang Emas
Di sela-sela pengerjaan, Abadi menegaskan pengerukan ini murni gerakan penyelamatan lingkungan dan aset warga. Ia sekaligus membantah isu miring terkait penggunaan alat berat di area sungai tersebut.
“Ini normalisasi, jangan dipelesetkan menjadi tambang emas. Kami di sini sedang dilanda musibah dan sedang bergotong royong. Informasi yang menyebut adanya aktivitas tambang emas itu tidak benar,” tegasnya.
Targetkan Aliran Irigasi Lancar
Selama sepekan terakhir, tiga unit ekskavator terus bekerja memperlancar aliran air. Selain mengurangi risiko bencana, aksi ini diharapkan mampu memulihkan fungsi sungai sebagai sumber irigasi utama bagi lahan pertanian warga yang sempat lumpuh.
Aksi gotong royong ini menjadi bukti kuatnya kepedulian warga Kalampo dalam menjaga ruang hidup mereka, meski harus merogoh kocek pribadi demi keamanan bersama di tengah cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah Linge.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy