Duka Banjir Aceh

‘Rapor Merah’ Warga untuk Wali Kota Langsa Dinilai Tak Becus Tangani Bencana

Wali Kota Langsa
Wali Kota Jefrry Sentana berdiri di samping KRI Sutedi Senoputra-378 yang membawa bahan pokok dari Pelabuhan Belawan ke Pelabuhan Langsa, Sabtu (29/11/2025). Foto: Kompas.com

Lsangsa – Gelombang kekecewaan melanda Kota Langsa pascabanjir bandang yang menerjang pada 26 November 2025. Wali Lota Langsa Jeffry Santana S Putra menjadi sasaran utama kritik warga. Mereka menilai Jeffry tidak becus melakukan penanganan pascabencana.

Ungkapan kekecewaan kini ramai menghiasi berbagai platform media sosial, mencerminkan sentimen negatif yang meluas di kalangan masyarakat.

“Kami kecewa dengan pimpinan Pemko Langsa yang tidak bisa menghadapi situasi saat ini pascabanjir bandang,” ujar Angga, warga Langsa, dengan nada kesal kepada Line1.News, Selasa, 2 Desember 2025, melalui WhatsApp.

Ia menyoroti minimnya inisiatif Pemko Langsa mendirikan dapur umum untuk korban banjir.

“Malah nyaris tidak kelihatan sama sekali dari hari pertama setelah banjir hingga hari keempat. Yang ada wali kota bergaya di sosmed dan berpenampilan rapi. Pimpinan daerah lain semua turun ke lapangan melihat rakyatnya langsung dan memberikan bantuan,” tambahnya seraya mengklaim ucapannya ini mewakili kekesalan mayoritas warga Langsa.

Sementara itu, kata Angga, situasi di Langsa sempat memanas ketika aksi penjarahan terjadi di sejumlah minimarket, seperti Alfamart di Jalan Ahmad Yani.

Baca juga: Wali Kota Langsa Pasok Logistik Via Laut Setelah Dibeli di Medan

“Saya melihat langsung saat kejadian penjarahan itu. Ratusan warga menjarah makanan dan minuman yang ada di Alfamart. Malah sebagian warga mengambil mesin kopi, dan pemanas roti,” ungkapnya.

Kondisi tersebut, kata dia, mencerminkan kepanikan dan frustrasi warga yang merasa tidak mendapatkan bantuan memadai dari pemerintah setempat.

Di tengah pemberian “rapor merah” dari warga itu, Jeffry akhirnya menampakkan diri. Pantauan di Instagram story akun pribadinya @jeffrysentana, wali kota termuda di Aceh ini mengunggah video bertajuk ‘pengawalan distribusi bahan pangan untuk dapur umum’.

Video diunggah pada Selasa siang sekira pukul 11.45 waktu Aceh. Tampak dia berbincang dengan dua orang di samping sebuah mobil kabin ganda berisi antara lain kardus-kardus indomie.

“Mau setor beras dulu, Pak,” ujar seseorang kepada Jefrry yang mengenakan rompi biru muda.

Dia juga memasang video imbauan Danrem Lilawangsa kepada warga agar tidak panic buying karena BBM akan di-drop ke lintas utara-timur Aceh. Selain itu, Jeffry memajang daftar titik dapur umum di Kecamatan Langsa Kota dan Langsa Lama.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy