Pulihkan Harapan di Tanah Ujong Pacu: BEM Unimal Kolaborasi Nasional Hadirkan Solusi Pascabanjir

BEM Unimal pengabdian Ujong Pacu
BEM Unimal berkolaborasi dengan DKPPP Lhokseumawe serta mahasiswa Unand dan USU dalam kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Ujong Pacu, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Rabu, 22 April 2026. Foto: BEM Unimal

Lhokseumawe, Line1.News – Luka akibat banjir besar akhir 2025 memang mulai mengering, namun bagi warga Gampong Ujong Pacu, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, perjuangan mengembalikan napas ekonomi baru saja dimulai. Di tengah tanah sawah yang masih asam dan tambak yang sempat lumpuh, secercah harapan hadir melalui aksi nyata mahasiswa.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Malikussaleh (Unimal) menggandeng mahasiswa Universitas Andalas (Unand) dan Universitas Sumatera Utara (USU) serta Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Pangan (DKPPP) Kota Lhokseumawe dalam sebuah pengabdian kolaborasi nasional, Rabu, 22 April 2026. Tidak sekadar berkunjung, mereka membawa solusi teknologi untuk tanah yang “sakit” akibat bencana.

Hasil uji menunjukkan tingkat keasaman (pH) tanah di wilayah tersebut mencapai angka 3,5—kondisi yang cukup kritis bagi pertanian. Menjawab tantangan itu, BEM Unimal memperkenalkan teknologi pirolisis, sebuah alat inovatif yang mampu menghasilkan insektisida alami sekaligus pupuk organik untuk mengembalikan kesuburan bumi Ujong Pacu.

“Kegiatan ini lahir dari rasa pedih kami melihat kondisi ekonomi masyarakat yang belum pulih sepenuhnya. Kami ingin hadir sebagai bagian dari solusi,” ungkap Muhammad Ilal Sinaga, Ketua BEM Unimal, dalam keterangannya diterima Line1.News, Minggu (26/4).

Langkah nyata ini disambut hangat oleh Kepala DKPPP Kota Lhokseumawe, Cut Elya Safitri. Ia menilai kolaborasi ini adalah bentuk nyata kepedulian dunia akademik terhadap lingkungan. “Kami siap mendukung penuh fasilitas agar program ini berdampak jangka panjang bagi petani kita,” ujarnya.

Apresiasi mendalam juga datang dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unimal, Doktor Alfian. Ia mengaku bangga atas konsistensi mahasiswanya yang tidak pernah beranjak dari sisi masyarakat sejak awal bencana terjadi.

“Mereka tidak berhenti sejak hari pertama banjir. Hari ini, bersama rekan-rekan dari Unand dan USU, mereka kembali membuktikan bahwa mahasiswa adalah pundak yang siap memikul beban masyarakat. Inilah semangat bahu-membahu membangun kembali Aceh,” tutur Alfian.

Kehadiran para mahasiswa lintas provinsi di Gampong Ujong Pacu ini menjadi pesan kuat: bahwa dalam duka maupun pemulihan, masyarakat Aceh tidak pernah berjuang sendirian. Sinergi antara kampus, pemerintah, dan warga ini diharapkan menjadi motor penggerak bangkitnya ekonomi Lhokseumawe yang lebih hijau dan berkelanjutan.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy