Cabai Tembus Rp160 Ribu Per Kilogram, Pemko Banda Aceh Minta Pasokan Tambahan

Pedagang bahan pokok di Lhokseumawe
Seorang pedagang merapikan cabai di salah satu pasar di Lhokseumawe, Jumat, 28 November 2025. Foto: Line1.News/Yasir

Banda Aceh – Pemko Banda Aceh menyurati Dinas Pangan Aceh untuk memfasilitasi penambahan pasokan bahan pokok yang mengalami lonjakan harga signifikan, khususnya cabai mencapai Rp160 ribu per kilogram.

Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Jalaluddin mengatakan melalui koordinasi tersebut dipastikan dalam waktu dekat akan masuk 1,5 ton pasokan cabai dari Medan yang dikirim lewat jalur udara.

“Pengiriman melalui jalur udara dipilih karena jalur darat saat ini tidak memungkinkan akibat banyaknya ruas jalan yang rusak dan terputus,” ujarnya dikutip dari Laman Pemko Banda Aceh, Sabtu, 29 November 2025.

Selain cabai, harga kebutuhan pokok lainnya juga mengalami kenaikan, seperti telur ayam ras dari Rp27.500 per kilogram menjadi Rp37.500 per kilogram.

“Kemudian minyak goreng curah naik dari Rp16.000 per liter menjadi Rp18.000 per liter dan diharapkan harga akan kembali stabil pada saat supply chain logistic berjalan normal,” kata Jalaluddin.

Sementara harga beras, gula, dan beberapa kebutuhan masih stabil dalam Harga Eceran Tertinggi (HET), menurut data dari hasil survei di Pasar Al-Mahirah dan Pasar Setui.

Kemarin, Pemko Banda Aceh telah telah melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar utama di Banda Aceh, seperti Pasar Setui, Pasar Al-Mahirah, dan Pasar Ulee Kareng.

“Sidak ini dilakukan untuk memantau langsung perkembangan harga dan memastikan tidak terjadi penimbunan barang oleh pedagang,” kata Jalaluddin.

Lihat: [Foto] Cabai Merah Rp200 Ribu dan Bawang Merah Rp100 Ribu/Kg di Lhokseumawe

Untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, kata dia, Pemko Banda Aceh akan melaksanakan Gerakan Pangan Murah pada pekan depan. Sebanyak 3.000 paket sembako akan disalurkan melalui dua kali pelaksanaan kegiatan.

“Harapan kita, gerakan pangan murah ini dapat membantu masyarakat sekaligus menstabilkan harga-harga di pasaran. Melalui berbagai langkah cepat tersebut, Pemko Banda Aceh berupaya memastikan ketersediaan pangan tetap aman dan harga kebutuhan pokok terkendali selama masa bencana. Kepada warga kota kita imbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian dalam jumlah berlebihan.”

Kepala Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan Banda Aceh Iskandar menambahkan berdasarkan informasi yang diterima dari Bulog Aceh, stok beras di gudang Siron, Aceh Besar, untuk kebutuhan Kota Banda Aceh dan sekitarnya masih tersedia dan mencukupi sebanyak 11.700 ton.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy