Banda Aceh – Anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh, Irfansyah, meminta pemerintah dan dewan segera membuat skema khusus untuk meminta klarifikasi penyebab pemadaman listrik kepada PLN, agar persoalan tersebut bisa tuntas secepatnya.
“Jadi ketika mati lampu itu jangan menjadi keresahan publik, mereka (PLN) harus mem-publish apa persoalannya,” ujar Irfansyah dalam rapat paripurna di Gedung DPRA, Selasa, 18 November 2025.
Akibat pemadaman listrik dalam waktu lama, kata dia, banyak masyarakat menjadi korban. Selain itu, hal tersebut juga mengganggu aktivitas publik.
Menanggapi hal itu, Sekda Aceh M Nasir mengatakan Pemerintah Aceh akan memanggil General Manager (GM) PLN Aceh yang baru untuk diminta klarifikasi terkait pemadaman listrik.
Baca juga: Listrik Padam Berjam-Jam, Mualem: Mengganggu Investasi Aceh
“Ini mungkin nanti kita akan memanggil GM yang baru untuk menanyakan terkait hal tersebut,” ujarnya.
Nasir menjelaskan, daya listrik di Aceh sebenarnya sudah berlebih alias surplus. Jika diakumulasikan mencapai 1,2 juta Megawatt (MW) tetapi hanya 600 MW yang termanfaatkan.
“Artinya masih ada 600 Megawatt lagi yang bisa kita manfaatkan. Kalau secara daya kita masih lebih. Tapi ada persoalan teknis yang setiap tahun kita alami,” ujarnya.
Kendati demikian, kata Nasir, Pemerintah Aceh akan meminta penjelasan dari PLN.
“Saya kira ini yang perlu kami pastikan mengapa ini terjadi. Mohon waktu nanti kita akan sampaikan mungkin di kesempatan lain setelah kita mendapatkan data yang konkret dari GM PLN tersebut.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy