Idi – Warga Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur, membenarkan bahwa mereka mengalami muntah dan mual-mual setelah menghirup gas yang diduga berasal dari aktivitas pencucian sumur AS9 milik PT Medco E&P Malaka.
Bahkan, Geuchik Panton Rayeuk Mahmud mengakui ada warga yang dilarikan ke Pukesmas Banda Alam beberapa hari lalu.
“Memang ada [yang dibawa ke Puskesmas], tapi juga disiapkan posko medis oleh perusahaan,” ujar Mahmud kepada Line1.News saat dihubungi pada Selasa,12 Agustus 2025.
Sementara, salah satu warga bernama Maulinda menerangkan gejala yang dialaminya yakni sesak, perih di terongkongan, dan perut mual-mual.
“Sebelumnya tidak ada sakit seperti ini. Rasanya perih di tenggorokan dan mual-mual. Bahkan anak saya semalam tidak bisa tidur,” ungkapnya.
Baca juga: Kebocoran Gas PT Medco di Aceh Timur, Walhi Desak Bupati Segera Turun Tangan
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh sebelumnya mendesak Bupati Aceh Timur segera turun tangan merespons keresahan warga Panton Rayeuk T.
Sejak awal Agustus 2025, sebut Walhi, warga resah akibat bau menyengat gas Hidrogen Sulfida atau H2S yang diduga berasal dari aktivitas pencucian sumur AS9.
Bahkan pada Sabtu, 9 Agustus 2025, seorang perempuan berusia 36 tahun harus dilarikan ke Puskesmas Keude Gerobak, karena mengalami mual, muntah, dan pusing setelah menghirup gas tersebut.
“Kami minta Bupati Aceh Timur turun langsung ke lokasi untuk memastikan keselamatan masyarakat. Masyarakat masih trauma dengan insiden kebocoran gas H2S pada 24 September 2023 yang membuat puluhan orang dirawat,” kata Direktur Eksekutif Walhi Aceh Ahmad Shalihin yang akrab disapa Om Sol.
Dia menyatakan, keselamatan warga harus menjadi prioritas dan tidak boleh dikompromikan demi kepentingan perusahaan.
“Masyarakat mulai panik, ada yang mengurung diri di rumah karena takut terpapar gas berbahaya, terutama anak-anak yang mengeluhkan sesak napas,” ujarnya.
Walhi menilai transparansi dari PT Medco sangat minim. Informasi soal aktivitas pembersihan sumur dan prosedur evakuasi darurat hampir tidak disampaikan ke warga.
“Warga sudah memprotes dan menuntut kejelasan keselamatan mereka. Bahkan ada yang mempertimbangkan mengungsi, tapi tidak tahu ke mana,” ujarnya.
Baca juga: Walhi Aceh Minta BPMA Jangan Jadi Tameng PT Medco
Walhi Aceh mengingatkan agar pemerintah dan perusahaan segera bertindak, jangan sampai ada korban lagi. “Kita tidak ingin tragedi 24 September 2023 terulang,” tegasnya.
Selain itu, Walhi juga menuntut PT Medco bertanggung jawab penuh atas dampak yang dialami warga dan segera mengambil langkah konkret.
“Kami berharap Medco dan Pemkab Aceh Timur belajar dari peristiwa ini dan menjamin keselamatan masyarakat sekitar.”
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan akan menurunkan tim untuk menyelidiki dugaan dampak aktivitas pembersihan sumur migas AS9 milik PT Medco tersebut. Dia menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Sementara Medco menyebutkan perusahaan berkomitmen terhadap keselamatan dan lingkungan terkait dampak pembersihan sumur AS9. Mereka memastikan seluruh kegiatan perawatan fasilitas produksi dilakukan secara non-rutin namun terencana, dengan prosedur ketat di bawah pengawasan BPMA.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy