Ditanya Soal Keributan di Kantor PA Aceh Utara, Abu Len: Rapat Partai, Kadang Suara Tinggi Itu Biasa

Keributan di kantor PA Aceh Utara
Suasana saat terjadi keributan di kantor PA Aceh Utara di Geudong, Kecamatan Samudera, Rabu, 9 April 2025. Foto: Tangkapan layar video

Aceh Utara – Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Samudera Pase, Teungku Abubakar A. Latif atau Abu Len, mengatakan laporan ia terima tidak ada kejadian yang berlebihan saat berlangsung rapat di Kantor Partai Aceh (PA) Kabupaten Aceh Utara, Rabu siang, 9 April 2025.

Saat dihubungi Line1.News via telepon, Rabu, sekitar pukul 15.40 waktu Aceh, Abu Len mengaku sedang berada di Banda Aceh. “Saya di Banda, sudah tiga hari,” ucapnya.

Ditanya soal informasi beredar bahwa terjadi keributan di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PA Kabupaten Aceh Utara, di Geudong, Kecamatan Samudera, Rabu siang, Abu Len mengatakan, “Yang ada laporan rapat partai, sudah selesai, keputusan ranah partai”.

Informasi diperoleh Abu Len, rapat tersebut dihadiri pihak Dewan Pimpinan Sagoe (DPS) Partai Aceh dari Daerah III Teungku Chiek di Paya Bakong Wilayah Samudera Pase dengan pengurus DPW PA Aceh Utara. “Spesifik dihadiri Daerah III mugkin. Tapi, detil yang dibahas saya tidak tanyakan, karena menyangkut partai,” ujarnya.

“Tapi, kita terus men-support partai untuk memperjuangkan kepentingan rakyat,” lanjut Abu Len.

Baca juga: Keributan di Kantor PA Aceh Utara, Diduga Terkait Pemecatan Cek Mad

Menurut Abu Len, beda pendapat dalam suatu rapat merupakan hal biasa. “Keputusan tetap hasil musyawarah, keputusan ureung rame. Wajar jika ada yang menyampaikan masukan. Apalagi di partai ada hak memberi masukan,” tuturnya.

“Dalam rapat kadang suara tinggi, itu biasa. Kadang teman-teman cara menyampaikan, kureung (kurang) bumbu manis, biasa nyan (itu), ta maklum (kita maklumi),” tambah Abu Len.

Ditanya lagi apakah dirinya mendapat laporan tentang keributan dalam rapat di Kantor PA Aceh Utara itu, Abu Len mengatakan, “Menurut lon (saya) pantau, hana kejadian yang berlebihan, dan mudah-mudahan bek na (jangan ada)”.

“Kita harus menjaga pemerintah (Aceh) sekarang yang dimenangkan oleh rakyat, kita jaga sama-sama, supaya investor masuk ke Aceh sehingga ke depan Aceh akan semakin lebih baik lagi,” imbuh Abu Len.

Baca juga: Dipecat dari Partai Aceh, Cek Mad ‘Teukeujet: Hana Kutrimong, Peuna Salah Lon?’

Sebelumnya, sebuah video yang merekam keributan di kantor PA Aceh Utara, beredar. Diduga, keributan terjadi imbas pemecatan Muhammad Thaib atau Cek Mad sebagai kader PA.

Dilihat Line1.News, Rabu, 9 April 2025, di video berdurasi 22 detik itu terlihat sekelompok orang ribut dan saling dorong di dalam ruangan kantor.

Lon siap, hana yoe lon (saya siap, saya tidak takut),” ujar seseorang.

Hai…duk…duk…duk!,” teriak yang lain menyuruh duduk.

Ada puluhan orang terlihat di dalam video itu. Sepertinya, sedang berlangsung rapat di sana. Hal ini terlihat dari beberapa meja dengan kertas dan alat tulis di atasnya. Sementara di dekat pintu ada meja besar yang menjadi meja pemimpin rapat.

Sejauh ini, Line1.News belum memperoleh keterangan dari pengurus DPW PA Aceh Utara dan DPS PA dari Daerah III Wilayah Samudera Pase terkait hal dibahas dalam rapat di Kantor PA Aceh Utara dan keributan yang terjadi saat pertemuan tersebut.[]

 

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy