57 Rukun Tetangga dan 39 Ruas Jalan Jakarta Terendam Banjir

Banjir di Jakarta
Warga mendorong bajaj menerobos banjir di sebuah ruas jalan Jakarta, Senin, 12 Januari 2026. Foto: Detik.com

Jakarta – Sebanyak 57 rukun tetangga (RT) dan 39 ruas jalan di Jakarta dilanda banjir akibat curah hujan tinggi hingga sore tadi, Senin, 12 Januari 2026. BPBD DKI Jakarta melaporkan ketinggian air mencapai 100 sentimeter.

“BPBD mencatat saat ini terdapat 57 RT dan 39 ruas jalan yang tergenang,” kata Kapusdatin BPBD DKI Jakarta Mohammad Yohan dalam keterangannya dilansir Detik.com.

Yohan menjelaskan, banjir disebabkan curah hujan tinggi serta luapan Kali Krukut dan Kali Ciliwung. Banjir per pukul 17.00 WIB itu terjadi di kawasan Jakarta Selatan, Barat, Timur, dan Utara.

BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat untuk menyedot genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama para lurah dan camat setempat. Genangan ditargetkan surut dalam waktu cepat.

“BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam nonstop.”

Menurut BMKG hujan lebat yang mengguyur wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dipengaruhi kombinasi penguatan angin antara Monsoon Asia dan adanya daerah tekanan rendah di wilayah timur Australia. Kombinasi kedua faktor tersebut saling memperkuat dan membentuk dinamika atmosfer yang memicu cuaca ekstrem.

“Ini kombinasi dinamika atmosfer skala regional yang saling memperkuat,” ujar Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Ida Pramuwardani, dilansir Kompas.com.

Berdasarkan catatan BMKG, Monsoon Asia kini mengalami penguatan signifikan. Kondisi tersebut ditandai dengan peningkatan kecepatan angin dari wilayah Laut Cina Selatan yang bergerak ke selatan melalui Selat Karimata hingga mencapai Pulau Jawa.

“Pola aliran angin dari Monsoon Asia ini memicu pembentukan dan penguatan daerah konvergensi, khususnya di sepanjang Pulau Jawa, Bali, hingga NTB,” kata dia.

Ida menjelaskan, daerah konvergensi tersebut berperan penting dalam memicu pertumbuhan awan hujan yang intens, sehingga menyebabkan terjadinya hujan lebat.

Selain itu, kondisi tersebut semakin diperkuat oleh keberadaan daerah tekanan rendah di wilayah timur Australia yang turut memodifikasi pola sirkulasi angin regional.

“Akibatnya, aliran angin di wilayah selatan Indonesia menjadi lebih dominan bergerak ke arah timur,” imbuh dia.

Menurut Ida, penguatan dua sistem atmosfer itu membuat potensi hujan lebat di sebagian besar wilayah Indonesia meningkat, termasuk Jabodetabek. Kondisi ini juga berpeluang menyebabkan hujan dengan durasi panjang dan intensitas tinggi.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy