Banda Aceh – Penjabat Gubernur Aceh Safrizal ZA bersama para pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah menanam pohon Jeumpa (Michelia champaca) dan Seulanga (Cananga odorata) di dua titik pada Minggu, 22 Desember 2024.
Titik pertama di halaman Masjid Raya Baiturrahman (MRB). Titik kedua di jalan penghubung antara Universitas Syiah Kuala (USK) dan UIN Ar Raniry (UINAR), dua kampus yang menjadi jantong hate rakyat Aceh.
Pohon Jeumpa menghasilkan bunga yang menjadi kebanggaan masyarakat Aceh. Di luar Aceh, bunga ini dikenal dengan sebutan bunga kantil. Dulu, Jeumpa tumbuh liar di Bumi Serambi Mekkah karena merupakan tumbuhan endemik.
Sementara Bungong seulanga atau kenanga juga menjadi salah satu bunga terpenting dalam upacara-upacara adat di Aceh seperti penikahan. Di acara pernikahan, seulanga menjadi bunga yang wajib ada untuk penutup sanggul pengantin perempuan di Aceh.
Penanaman jeumpa dan seulanga itu bagian dari Tanam Hijaukan Nanggroe atau Tahiroe Aceh. Program ini digagas Pemerintah Aceh dalam rangka peringatan dua dekade bencana gempa bumi dan tsunami Aceh 2004 silam.
“Kegiatan Tahiroe Aceh ini sudah kita mulai sejak beberapa waktu lalu dan acara puncaknya akan kita laksanakan di halaman Meuligoe Wali Nanggroe pada tanggal 24 Desember,” kata Safrizal.
Pada hari puncak itu, ragam bibit pohon juga bakal ditanam secara serentak di seluruh Aceh pada tempat-tempat yang sudah diidentifikasi.
Safrizal menargetkan lewat Tahiroe Aceh ada tiga juta pohon yang ditanam. “Alhamdulillah kalau bisa lebih dan gerakan ini akan kita lanjutkan sampai 2025 untuk menciptakan kelestarian pohon buah di seluruh Aceh,” ujar Ketua Majelis Wali Amanat USK itu.
Lebih lanjut, Safrizal mengatakan, penanaman 3 juta pohon itu juga bertujuan untuk menghijaukan Aceh dan sebagai upaya mitigasi bencana. “Terutama penanaman yang mengambil lokasi di pinggir laut dan sungai, ini semua untuk mitigasi bencana.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy