22 Ribu Hektare Tambak dan Sawah di Aceh Utara Rusak, Ayahwa Minta Bantuan 3 Menteri

Para menteri
Para menteri Kabinet Merah Putih melihat data kerusakan lahan produktif di Aceh Utara saat berkunjung ke Gampong Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Jumat, 9 Januari 2025. Foto: Humas Pemkab Aceh Utara

Lhoksukon – Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil atau Ayahwa menyebutkan 22 ribu hektare tambak dan sawah di kabupaten itu rusak akibat terendam banjir dan material lumpur. Rinciannya, 10.684 hektare tambak dan 11.929 hektare sawah.

Data tersebut dipaparkan Ayahwa saat mendampingi kunjungan kerja tiga Menteri Kabinet Merah Putih ke lokasi terdampak banjir di Gampong Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Jumat, 9 Januari 2026.

Ketiga menteri tersebut, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Perdagangan Budi Santoso. Ayahwa meminta kepada ketiganya untuk membantu langkah pemulihan jangka panjang bagi tambak dan sawah terdampak bencana.

Baca juga: Banjir Susulan Genangi Permukiman, Aceh Utara Kembali Berlakukan Status Tanggap Darurat

“Ayah Wa sangat berharap kehadiran Bapak Menko Pangan, Menteri KKP, dan Menteri Perdagangan dapat memberikan intervensi kebijakan yang cepat. Beliau meminta bantuan revitalisasi segera pada tambak dan sawah agar masyarakat bisa kembali berproduksi,” ujar Juru Bicara Pemkab Aceh Utara Muntasir Ramli dalam keterangan tertulis diterima Line1.News, Sabtu, 10 Januari 2025.

Di kunjungan tersebut para menteri menyerahkan santunan sebesar Rp100 juta bagi nelayan terdampak di Lancok, sebagai bentuk penanganan darurat untuk meringankan beban ekonomi warga.

Pemkab Aceh Utara, kata Muntasir, berharap sinergi lintas kementerian mampu menstabilkan pasokan pangan daerah dan mempercepat perbaikan infrastruktur pertanian serta perikanan yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy