Banda Aceh – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Aceh harus memperkuat sinergi dalam upaya menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi di Tanah Rencong.
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyampaikan itu saat memimpin rapat koordinasi penanganan inflasi dan sejumlah agenda lain, Rabu, 4 Maret 2026.
“TPID harus terus memperkuat sinergi karena berdasarkan data BPS, inflasi Aceh berada di angka 6,94 persen. Angka ini meningkat jika dibandingkan bulan sebelumnya di angka 6,69 persen. Hal ini tentu harus segera kita respons dengan terus memperkuat upaya stabilisasi,” ujar Fadhlullah, dikutip dari keterangan tertulis.
Fadhlullah menyebut TPID harus melakukan upaya pengendalian harga, memastikan kelancaran distribusi bahan pokok dan melaksanakan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Skema Bantuan
Terkait penanganan bencana, Fadhlullah menginstruksikan Sekda Aceh untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang skema pemberian bantuan, khususnya terkait hunian sementara, hunian tetap serta skema pendanaan lainnya.
“Seluruh elemen, termasuk masyarakat terdampak harus mendukung upaya percepatan dan pemulihan pascabencana. Karena itu, penting bagi kita mensosialisasikan berbagai program pemulihan kepada masyarakat agar tidak terjadi miss komunikasi,” ucapnya.
Fadhlullah juga meminta Sekda Aceh untuk mengaktifkan kembali posko pengendalian penanganan bencana. Dia menilai keberadaan posko ini akan menjadi jembatan informasi, baik dari masyarakat ke pemerintah pusat dan sebaliknya.
Dia mengingatkan dinas terkait segera melakukan upaya dan langkah konkret agar bisa segera diambil langkap cepat terkait pemulihan bencana. Pemerintah Aceh akan menggandeng BPKP dan Kejaksaan untuk memperkuat APIP.
TKD Disalurkan
Sekda Aceh, M. Nasir menyampaikan Dana Transfer Ke Daerah (TKD) sudah dikirim oleh pemerintah pusat dan akan segera disalurkan.
“Rp824 miliar dana TKD akan segera disalurkan, sebagian untuk penanganan bencana, terutama pemulihan dini di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie, Pidie Jaya dan Aceh Tengah,” kata Nasir.
Menurut Nasir, sesuai perintah Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, dana TKD tersebut juga harus digunakan untuk perbaikan jalan dan jembatan.
“Saat ini, Huntara sudah dibangun lebih dari 60 persen. Karena itu, target kita Huntara 100 persen selesai sebelum lebaran, insya Allah, akan tercapai,” ucap Nasir.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy