Wabup Muchsin Hasan menaiki rakit drum bersama siswa. Foto: Humas Pemkab Aceh Tengah
Takengon – Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan meninjau jembatan gantung di Kampung Tanjung, Rusip Antara, sekira 3,5 perjalanan dari Takengon, pada Kamis, 11 September 2025.
Dari foto-foto yang diterima Line1.News, jembatan sepanjang 30 meter itu masih menggantung di tempatnya. Hanya saja, bagian dek atau geladak jalan tak bisa digunakan karena salah satu kabel utama putus.
Lempengan-lempengan pelat di geladak sebagian besar masih ada tapi mustahil dipijak. Posisinya tegak lurus ke arah permukaan sungai yang terhampar beberapa meter di bawah sana. Besi pembatas kiri kanan geladak juga masih ada, sama-sama bergantung pada kabel vertikal yang menumpu pada satu-satunya kabel utama yang tersisa.
Karat mendominasi cat kuning yang menjadi warna utama jembatan berusia 47 tahun itu. Di seberang tampak menara atau tower utama jembatan yang diselimuti tanaman merambat.
Muchsin datang bersama rombongan dari kantor Bupati Aceh Tengah. Dia memakai topi jerami–mirip yang dikenakan Luffy, tokoh animasi One Piece–mungkin untuk melindungi wajah dari sengatan terik matahari.
Tapi ketika menaiki rakit, ia menukar topi jerami dengan topi komando hitam berhias dua bintang. Sepasang sepatu boots karet warna hijau membungkus kakinya.
Ditemani seorang tentara dan seorang staf, Muchsin menaiki rakit drum menyeberangi sungai bersama para siswa yang baru pulang dari sekolah.
“Ini situasi darurat. Kita tidak bisa membiarkan anak-anak kita menyeberang sungai dengan rakit seadanya. Keselamatan mereka harus diutamakan,” ujarnya.
Muchsin melihat kondisi jembatan gantung yang rusak akibat luapan air sungai. Foto: Humas Pemkab Aceh Tengah
Total, ada 124 siswa dan 10 guru yang setiap hari harus menyeberangi sungai menuju SD Negeri Rusip Antara di Kampung Berandeh Paya. Di kampung seberang sungai itu juga berdiri SMA Negeri 19 Takengon. Dari Tanjung, ada 36 siswa yang bersekolah di SMA tersebut.
Di sela kunjungan, Muchsin membagikan susu gratis kepada para siswa yang ia temui. Ia juga ikut berfoto bersama mereka.
Muchsin berharap semangat belajar siswa tidak surut meski dihadapkan pada keterbatasan.
“Tetaplah semangat menimba ilmu, meski dengan kondisi seperti ini. Pemerintah akan berusaha mencari solusi terbaik,” pesan Muchsin.
Dia memastikan jembatan tersebut segera diperbaiki. Usulan pembangunan sudah diajukan, dan tim dari Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh telah turun langsung melakukan verifikasi dengan foto serta dokumentasi drone.
“Insya Allah, perbaikan jembatan ini akan menjadi prioritas agar anak-anak kembali mendapatkan akses yang layak menuju sekolah mereka,” tambahnya.
Dengan adanya perbaikan, harap Muchsin, warga Tanjung terbebas dari kesulitan transportasi. Sementara anak-anak dapat belajar dengan aman tanpa harus mempertaruhkan keselamatan di perjalanan.[]
Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy
Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy