Banda Aceh – Persiraja Banda Aceh akan menjamu Deltras Sidoarjo sore ini di Stadion Haji Dimurtala Lampineung, Senin, 17 Februari 2025, pukul 15.00 waktu Aceh.
Walaupun laga ini sebenarnya tidak berarti apa-apa lagi, Persiraja masih memiliki peluang untuk naik mengisi posisi runner-up Grup X di babak 8 besar Pegadaian Liga 2. Dengan naik ke posisi kedua klasemen, peluang merumput di Liga 1 musim ini masih terbuka walaupun harus melewati playoff.
Namun, skenarionya tidak mudah. Laskar Rencong saat ini berada di peringkat ketiga dengan 6 poin, tertinggal 3 poin dari PSPS Riau yang ada di posisi kedua dengan 9 poin.
Dengan hanya satu pertandingan tersisa, Persiraja wajib menang besar saat menjamu Deltras Sidoarjo dan berharap PSPS Riau tumbang saat menghadapi pemuncak klasemen, PSIM Yogyakarta. Laga PSIM versus Deltras juga digelar di waktu yang sama.
Berdasarkan regulasi FIFA, jika dua tim memiliki poin sama, peringkat ditentukan dari selisih gol keseluruhan. Saat ini, PSPS memiliki selisih gol +2 (5 gol memasukkan, 3 kebobolan). Sementara Persiraja tertinggal dengan -3 (5 gol memasukkan, 8 kebobolan). Artinya, ada selisih 5 gol yang harus dikejar.
Baca juga: Persiraja Meradang, Kirim Surat Protes ke Komdis dan Komite Wasit PSSI
Skenario agar Persiraja finis di posisi kedua:
1. Persiraja harus menang minimal 5-0 atas Deltras Sidoarjo agar selisih golnya menjadi +2 (10 gol memasukkan, 8 kebobolan), menyamai PSPS jika mereka kalah 0-1.
Persiraja pernah mengalahkan Dejan FC dengan sekor 6-2 dan menjadi tim pertama yang lolos ke babak delapan besar.
2. PSPS Riau harus kalah tanpa mencetak gol (minimal 0-1 dari PSIM Yogyakarta) agar selisih golnya turun menjadi +1 (5 gol memasukkan, 4 kebobolan).
3. Dengan skenario ini, Persiraja akan unggul selisih gol dan naik ke posisi kedua.
Namun, jika Persiraja hanya menang 4-0, selisih golnya tetap +1, sehingga PSPS masih unggul di peringkat kedua.
Sebaliknya, jika PSPS bermain imbang 0-0, mereka tetap berada di posisi kedua dengan selisih gol +2 (5 gol memasukkan, 3 kebobolan), unggul dari Persiraja yang hanya +2 (10 gol memasukkan, 8 kebobolan) karena kebobolan lebih sedikit.
Sekali lagi, ini skenario mustahil ini membutuhkan keajaiban.


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy