Redelong – Pemerintah Kabupaten Bener Meriah secara bertahap terus menyalurkan bantuan logistik ke titik-titik terisolir di daerah ini baik melalui jalur darat dan udara.
Kepala Pusat Data dan Informasi Ilham Abdi mengatakan bantuan melalui jalur darat diserahkan kepada camat atau langsung ke reje atau kepala desa.
Sementara penyaluran bantuan jalur udara melalui helikopter dibantu TNI AU langsung dari Bandara Rembele.
“Tidak benar jika ada yang mengatakan bantuan menumpuk di Bandara Rembele. Itu adalah bantuan yang baru turun dari pesawat kargo, kemudian menunggu antrean untuk disalurkan menggunakan heli TNI AU ke titik-titik yang terisolasi,” kata Ilham, Kamis, 11 Desember 2025.
Baca juga: Akses Jalan Terputus, Pemkab Bener Meriah Bayar Jasa Kuli Panggul BBM Terobos Jalur KKA
Di Bandara Rembele, tambah dia, cuma ada dua helikopter yang beroperasi. Masing-masing hanya mampu mengangkut sekira 500 kilogram. Makanya, kata dia, ada kesan bantuan menumpuk padahal tidak.
Di sisi lain, kata Ilham, Pemkab Bener Meriah berharap bantuan terus masuk mengingat hingga hari ini stok di gudang logistik di posko utama tinggal 1,2 ton.
“Kita sangat berharap bantuan terus masuk karena saat ini gudang logistik di posko utama nyaris kosong. Bahkan [stok] beras saat ini sudah sangat menipis,” ujarnya.
Baca juga: Catat! Ini Janji Kepala BNPB untuk Pemulihan Aceh Tengah-Bener Meriah
Beberapa reje yang datang karena kehabisan logistik, kata Ilham, terpaksa dibatasi karena beras yang ada sangat sedikit.
“Beras yang masuk tidak sebanding dengan beras yang tersalurkan,” ungkapnya.
Ilham mengimbau para donatur, relawan, dan semua pihak jangan menunda bantuan yang akan disalurkan.
Pemkab Bener Meriah melalui posko utama, kata dia, tidak pernah melarang, membatasi, mengambil bantuan yang diberikan.
Baca juga: Pemkab Bener Meriah Perpanjang Masa Tanggap Darurat Hingga 23 Desember 2025
“Yang kami lakukan adalah mengatur bantuan yang diberikan donatur tidak tumpang tindih dan double di suatu tempat, tujuannya adalah pemerataan. Ada [beras] yang hanya bisa tersalurkan 1-2 kilogram per rumah tangga, karena memang stoknya menipis.”
Sebelumnya, pada Rabu malam, 10 Desember 2025, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menyinggung laporan mengenai hilangnya 80 ton bantuan untuk warga terdampak banjir di Bener Meriah dan Aceh Tengah.
“Saya dengar berita burung atau berita tidak valid, ya, ada 80 ton hilang entah ke mana. Kita turunkan semua di Bener Meriah,” ujarnya usai rapat perpanjangan status darurat bencana hidrometeorologi Aceh di Pendopo Gubernur Aceh.
Baca juga: Terima Informasi 80 Ton Bantuan Hilang di Bener Meriah, Mualem: Kita Cek!
“Saya tidak tahu, kita cek dulu apa betul atau tidak. Yang baru dengar berita burung tidak kita percaya kan. Nanti bersama-sama ini ada Pak Pangdam, ada pak polisi, apakah betul atau tidak,” imbuhnya.
Penyaluran bantuan untuk dua kabupaten itu, kata Mualem, telah maksimal tetapi distribusinya tergantung orang-orang di lapangan.
“Banyak donatur-donatur yang menyumbangkan, tetapi, ya, seperti itu, tidak tepat kepada sasaran. Kita juga mohon kepada Bapak Tagore, Bupati Bener Meriah, supaya dengan seadil-adilnya membagi sembako.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy