Rumah Kebun di Gunung Salak Dibobol Maling, Kerugian Rp35 Juta

Rumah kebun
Rumah kebun di lintasan KKA-Bener Meriah yang dibobol komplotan maling. Foto: Istimewa

Lhoksukon – Sebuah rumah kebun berkonstruksi kayu di KM 37 kawasan wisata Gunung Salak, Nisam Antara, Aceh Utara, diduga dibobol maling pada Selasa dini hari, 24 Juni 2025.

Saat kejadian, pemilik rumah berinisial Idr tidak berada di tempat. Idr menduga, jumlah pencuri lebih dari tiga orang. Mereka masuk dengan cara mengungkit kunci jeruji besi pintu rumahnya.

Setelah masuk, maling pun menguras seisi rumah panggung itu dan mengangkut barang curian dengan mobil.

Akibatnya, Idr kehilangan mesin potong rumput Tanika, penyemprot elektrik, kompor gas Rinnai bersama tabung gas, TV LCD 43 inci Sharp, dua unit radio komunikasi Icom 2200 dan Yeusu T 2900 bersama power supply, serta amplipower tipe mobil.

“Kemudian genset merek Tiger warna merah, baterai ND 100 ampere dan 60 ampere buat tenaga surya juga hilang. Termasuk sebuah pedang bertangkai tanduk dengan panjang mendekati semeter dan berbalut kulit,” ungkap Idr.

Namun, pencuri gagal membawa alat penanak nasi dan pemanas ruangan karena tersangkut kabel listrik di pintu keluar. Total kerugian Idr mencapai Rp35 juta.

“Kita menduga adanya orang sekitar kita yang menjadi petunjuk aksi. Kemudian, baru memanggil kelompok tersebut,” ujar warga Lhokseumawe tersebut.

Idr sudah membuat rumah kebun di KM 37 sejak 18 tahun. Rumah tersebut sengaja dibuat sebagai tempat ia berkumpul bersama sanak saudaranya.

Idr mengungkapkan, pencurian mulai marak setelah Jalan KKA-Bener Meriah diaspal pada 2015 lalu. Sejak itulah, lalu lintas kawasan itu cukup ramai dilalui. Tapi memasuki dini hari suasana di sana sangat sepi.

“Sudah beberapa kali warga juga kehilangan sepeda motor di kawasan ini.”

Seorang warga setempat membenarkan. “Ini sudah sering terjadi. Selain rumah, juga warung atau kedai juga dibobol,” ujarnya, Kamis, 26 Juni 2025.

Namun, hingga kini tidak ada maling yang tertangkap. Warga juga enggan melaporkan ke polisi.

Warga menduga komplotan maling sangat mengetahui kontruksi rumah dan kondisi sekitar. Sebab, hanya sehari setelah pemilik meninggalkan rumah, maling langsung beraksi.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy