Pilkada 2024 di Mata Gen Z Aceh: Apa Harapan Mereka untuk Gubernur Baru?

Cut Zuhira, Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Malikussaleh Lhokseumawe. Foto: Istimewa
Cut Zuhira, Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Malikussaleh Lhokseumawe. Foto: Istimewa

Lhokseumawe – Pilkada serentak 2024 termasuk di Aceh akan digelar pada 27 November nanti untuk memilih gubernur-wakil gubernur, bupati-wakil bupati dan wali kota-wakil wali kota.

Suara masyarakat termasuk Generasi Z atau Gen Z juga sangat menentukan dalam kontestasi memilih pemimpin Aceh periode 2025-2030. Generasi Z adalah mereka yang lahir sekitar 1997 hingga 2012, dengan kisaran usia sekarang antara 11 hingga 26 tahun.

Melansir data Komisi Independen Pemilihan Aceh, Jumlah Gen Z dalam Daftar Pemilih Tetap Pilkada 2024 mencapai 960.729 pemilih laki-laki dan perempuan. Gen Z berada di urutan ketiga pemilih terbanyak setelah Generasi Y dan Generasi Milenial.

Line1.News mewawancarai beberapa orang Gen Z yang berdomisili di seputaran Aceh Utara dan Lhokseumawe untuk mencari tahu pendapat mereka tentang pesta demokrasi ini. Apa saja pandangan Gen Z tentang Pilkada 2024 dan harapan mereka untuk gubernur-wakil gubernur terpilih nantinya? Berikut rangkumannya:

Muazatul Husna, 20 tahun, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Malikussaleh Lhokseumawe

Warga Kampung Jawa Lama, Kota Lhokseumawe, ini mengatakan akan menggunakan hak pilihnya karena menurutnya satu suara pun bahkan bisa menentukan masa depan. “Saya sudah mengetahui visi dan misi kedua paslon (pasangan calon) Gubernur-Wakil Gubernur Aceh melalui aplikasi YouTube,” ucap Husna pada Minggu, 6 Oktober 2024.

Baca Juga: KIP Aceh: Generasi Milenial Dominasi DPT Pilkada 2024

Husna tak terlalu mengikuti perkembangan politik karena ia tidak merasa tertarik. “Saya hanya mengetahui informasi politik jika ada postingan yang lewat di media sosial,” ujarnya.

Husna hanya berharap paslon Gubernur-Wakil Gubernur Aceh terpilih nantinya dapat memprioritaskan fasilitas umum dan sarana pendidikan yang belum menjangkau seluruh tatanan masyarakat, terutama di kawasan pesisir.

Machtura, 19 tahun, Mahasiswa Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Warga Desa Meunasah Meucat, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, ini akan menggunakan hak pilihnya saat Pilkada nanti, walaupun saat ini ia belum mengetahui visi dan misi dari kedua paslon gubernur dan wakil gubernur. “Tetapi saya sedang mencari informasi terkait visi misi keduanya untuk mengetahui lebih lanjut siapa yang berhak saya pilih,” ujar Machtura pada Sabtu, 5 Oktober 2024.

Baca Juga: Ini Visi Misi Cagub-Cawagub Mualem-Dek Fad di Pilkada Aceh 2024

Dia mengaku tidak terlalu mengikuti dinamika politik karena saat ini sedang disibukkan dengan kuliahnya. Namun ia berharap gubernur dan wakil gubernur terpilih nantinya harus memprioritaskan pembangunan Aceh dan menyejahterakan rakyat.

“Bukan hanya pada masyarakat tertentu melainkan seluruh masyarakat yang ada di Aceh. Baik dari anak kecil maupun orang yang sudah tua. [Gubernur dan wakil gubernur terpilih harus bisa] Menjamin bahwa pendidikan di Aceh akan lebih maju, dan mewujudkan Aceh sebagai negara [daerah] yang tertinggi nilai keagamaannya.”

Khairul Sani Umraity, 23 tahun, Wiraswasta

Warga Desa Blang, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, ini juga akan menggunakan hak suaranya pada Pilkada mendatang. Sani sudah mengetahui visi dan misi dari kedua pasangan calon melalui sosial media, tepatnya dari aplikasi TikTok. “Sebenarnya saya tidak mengikuti perkembangan politik tentang Pilkada, dikarenakan saya kurang percaya terhadap institusi politik yang ada. Banyak janji-janji yang tidak ditepati,” ungkap Sani pada Sabtu, 5 Oktober 2024.

Harapan Sani kepada pasangan yang terpilih nantinya, agar memprioritaskan penguatan sektor ekonomi dan memaksimalkan potensi pertanian. “Misalnya, perbaikan saluran irigasi dan dukungan terhadap UMKM. Peningkatan kualitas sumber daya manusia seperti menyediakan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja, mengingat pengangguran semakin meningkat. Dan yang terakhir pembangunan infrastruktur seperti memperbaiki jalan yang menghubungkan daerah-daerah.”

Cut Zuhira, 20 tahun, Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Malikussaleh

Warga Bangka Jaya, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, ini akan menggunakan hak pilihnya di Pilkada nanti dan sudah mengetahui visi misi paslon melalui akun Instagram KIP Aceh Utara. “Saya mengikuti perkembangan politik Pilkada Aceh 2024 melalui berita media online,” kata Cut pada Sabtu, 5 Oktober 2024.

Dia berharap gubernur dan wakil gubernur terpilih nantinya harus memprioritaskan penanganan masalah kemiskinan. “Mereka [diharapkan] mampu mengatasi permasalahan kemiskinan di Aceh dengan langkah nyata dan kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil,” tuturnya.

Baca Juga: Mengintip Isi Visi Misi Cagub-Cawagub Aceh Om Bus-Syeh Fadhil

Cut juga berharap kebijakan yang diambil nanti berfokus pada pembangunan ekonomi yang inklusif, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. “Program-program pemberdayaan masyarakat miskin dapat ditingkatkan, sehingga setiap warga Aceh memiliki kesempatan yang adil untuk meningkatkan taraf hidup mereka, dan dapat mengoptimalkan potensi sumber daya alam Aceh untuk kesejahteraan bersama.”

Mujib Habibi, 19 tahun, Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Malikussaleh

“Tentu saya akan menggunakan hak pilih saya pada tanggal 27 November mendatang,” ujar warga Desa Paloh, Kecamatan Tanah Pasir, Kabupaten Aceh Utara ini pada Senin, 7 Oktober 2024.

Namun, karena sedang sibuk magang kuliah, Mujib belum sempat mencari tahu visi misi kedua paslon gubernur-wakil gubernur Aceh. “Saya akan mencari tahu mengenai visi dan misi kedua pasangan calon tersebut ketika mendekati Pilkada. Karena itu akan menjadi acuan saya untuk memilih antara dua paslon tersebut,” ujarnya.

Mujib mengaku tidak terlalu mengikuti dinamika politik pada Pilkada Aceh 2024. Namun ia mengetahui tentang masalah-masalah yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial mengenai perkembangan Pilkada melalui Tiktok dan Instagram.

Mujib berharap gubernur terpilih nanti memprioritaskan peningkatan kualitas pendidikan agar sumber daya manusia Aceh lebih kompetitif, dan membangun infrastruktur secara merata, terutama di daerah terpencil. “Serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata yang menjadi kekuatan Aceh.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy