Lhokseumawe, Mempercepat Penanganan Stunting Komisi D DPRK Lhokseumawe, melakukan kunjungan Kerja ke Dinas Kesehatan Aceh Jaya, pada hari Jumat (08/03/2024). Rombongan Komisi  D DPRK Lhokseumawe  diterima langsung oleh Cut Dewi Hastati,S.K.M selaku Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh jaya, beserta jajaran, bertempat diruang rapat Dinas Kesehatan  Aceh Jaya.

Adapun tujuan dari kunjungan Komisi D DPRK Lhokseumawe ini adalah untuk mengetahui tindakan dan program apa saja yang telah di lakukan oleh Pemerintah Aceh Jaya untuk mempercepat penanganan Stunting ungkap Zulkaidi,SE ketua Komisi D DPRK Lhokseumawe.

Cut Dewi Hastati,S.K.M menyampaikan bahwa Penanganan dan pencegahan Stunting di Kabupaten Aceh dilaksanakan dengan  membentuk sekretariat Bersama Bangkit Generasi Aceh Jaya (Bangraja), tim yang terdiri dari beberapa beberapa OPD dan forkopimda kabupaten Aceh Jaya, yang masud dan tujuan  untuk mempercepat turunnya angka kasus stunting di Aceh Jaya.  Selain pembetukan  bangraja  untuk mempercepat turunnya kasus stunting, Tim Penanganan Penurunan  Stunting (TPPS) yang telah terbentuk lebih dahulu telah bekerja.

Pembentukan tim percepatan penurunan Stuting  oleh pemerintah Aceh Jaya, bedasarkan  angka revelensi stunting 33,7 persen, dan angka ini  termasuk angka tertinggi di kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Dalam penanganan stuting perencanaan dan penganggaran telah di prioritaskan secara spesifik  dalam upaya percepatann penurunan stunting dalam rencana kerja pemerintah daerah yang tertuang dalam Daftar Perencanaan Anggaran (DPA)  masingg – masing OPD.

Selain itu Cut Dewi menambahkan bahwa Kerja keras penanganan stunting di kabupaten Aceh Jaya bebuah manis dengan pemberian penghargaan dari  Ketua PKK Provinsi Aceh kepada Ketua PKK Aceh Jaya, penghargaan diberikan atas keberhasilan kabupaten Aceh Jaya menjadi Kabupaten yang terbaik prevalensi penurunan angka stunting se-Aceh, sebelumnya juga mendapatkan penghargaan dari BKKBN.

Menanggapi penjelasan tersebut Nurbayan.Sos anggota Komisi D DPRK Lhokseumawe memberikan apresiasi terhadap program dan kegiatan yang di lakukan Pemerintah Aceh Jaya dalam menanggani stunting semoga hal positif ini bisa menjadi contoh bagi daerah kami. Penanganan dan pencegahan Stunting di Kota Lhokseumawe hendaknya dapat  dilaksanakan secara global dan profesional dengan melibatkan seluruh lembaga terkait (stake holder) yang berkepentingan dan memiliki kepentingan dalam  menyukseskan Program nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *