Melihat Pertumbungan Ekonomi Kabupaten Pati yang Disebut Sarang Bandit Mobil Bodong

Alun Alun Pati. Foto: Instagram
Alun Alun Pati. Foto: Instagram

Pati – Kecamatan Sukolilo di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, viral di media sosial karena disebut-sebut sebagai sarang bandit penadah mobil bodong. Narasi ini mencuat setelah kasus pengeroyokan yang menewaskan bos rental mobil asal Jakarta.

Terlepas dari itu, Pati merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi cukup tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Jawa Tengah, tahun lalu Pati memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi 5,02 persen. Angka ini turun dibandingkan tahun sebelumnya 5,56 persen.

Berdasarkan tingkat pertumbuhan ekonomi tersebut, Pati menempati posisi ke 21 dari 35 Kabupaten Kota di Jawa Tengah. Pati hanya satu peringkat di bawah Kabupaten Magelang yang pertumbuhan ekonominya sebesar 5,04 persen dan satu peringkat di atas Kabupaten Demak sebesar 5,01 persen.

Perlu diketahui, perhitungan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pati ini didasarkan pada nilai Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB atas dasar harga konstan tahun yang bersangkutan terhadap tahun sebelumnya.

Tercatat nilai PDRB Kabupaten Pati atas dasar harga konstan 2010 pada 2023 mencapai Rp34,98 triliun. Angka tersebut naik dari Rp33,31 triliun pada tahun sebelumnya.

Kondisi ini dipengaruhi oleh kinerja seluruh lapangan usaha yang tumbuh positif, yang dalam lima tahun terakhir didominasi oleh tiga kategori lapangan usaha, yakni ndustri Pengolahan; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; dan Perdagangan Besar dan Eceran dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor.

Di luar itu, tingkat inflasi Pati per Maret 2024 berada pada kisaran angka 0,43 persen. Untuk indek perkembangan harga di bawah rata-rata nasional maupun provinsi yakni -0,82 persen. Perbandingan inflasi pada Maret 2023 terhadap Maret 2024 sebesar 3,22 persen. Sedangkan untuk Jawa Tengah berada pada angka 3,40 persen.

Angka ini tercatat mengalami penurunan yang cukup besar mengingat beberapa bulan lalu angka inflasi Kabupaten Pati sempat menyentuh angka 4,3 persen. Kemudian berangsur turun menjadi 3,22 persen dan kini turun di angka 0,43 persen.

Dengan tingkat inflasi yang semakin menurun ini, kondisi harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) masih aman. Sehingga harga-harga khususnya kebutuhan masyarakat terkendali dengan baik.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy