Direktorat Reskrimum Polda Aceh Ungkap 74 Kasus Judi Online

Ilustrasi kecanduan judi online. Foto: CNBC Indonesia
Ilustrasi kecanduan judi online. Foto: CNBC Indonesia

Banda Aceh – Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Aceh Kombes Ade Harianto mengatakan direktoratnya telah menangani 74 kasus dengan 119 tersangka.

Para pelaku judi online tersebut, diancam hukuman uqubat ta’zir paling banyak 12 kali cambuk, atau denda paling banyak 120 gram emas murni atau penjara 12 bulan.

Karena itu, Ade mengimbau masyarakat, pemuda, dan pelajar agar tidak bermain dan terlibat judi baik langsung maupun online.

Perjudian, kata Ade, khususnya yang dimainkan secara online menjadi perhatian serius dalam beberapa tahun terakhir. Maraknya judi online di cafe-cafe atau warkop, kata dia, perlu menjadi perhatian semua pihak baik dari lingkungan keluarga, kampung, madrasah, sekolah, dan dayah.

“Dampak negatif dari judi online sangat signifikan, di antaranya adalah timbulnya masalah keuangan, kecanduan, masalah sosial dan keluarga, serta memburuknya kesehatan mental,” ujar Ade Harianto dikutip Senin, 17 Juni 2024.

Ade menjelaskan, judi online sangat mudah diakses melalui platform digital oleh pengguna gadget di manapun dan kapanpun, sehingga butuh pengawasan dan perhatian bersama. “Hal ini menimbulkan dampak buruk bagi individu, keluarga, dan komunitas.”

Di samping itu, tambah Ade, Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan langkah-langkah penegakan hukum yang lebih ketat terkait judi online. Kapolda juga memerintahkan jajarannya untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya judi online.

Ade berharap adanya kerjasama antara lembaga pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, serta stakeholder dalam memberantas judi online.

“Kerja sama semua pihak baik di tingkat pusat maupun daerah sangat penting untuk mengatasi masalah ini secara efektif. Semua itu juga demi tegaknya syariat Islam di Aceh.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy