Megawati Tak Punya HP Karena Jadi Target Penyadapan, Siapa Pelakunya?

Megawati Tak Punya HP Agar Tak Disadap, Siapa Pelakunya?
Ketua PDIP Megawati Soekarnoputri. Foto: CNN Indonesia

Jakarta – Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bercerita ia tidak mempunyai handphone atau HP lantaran menjadi target penyadapan.

“Saya nggak punya HP loh. Iya loh, kenapa saya nggak punya HP tahu kenapa nggak? Apa ayo? Karena saya adalah orang yang paling disadap di Indonesia sekarang,” ujar Mega saat menghadiri peresmian Sekretariat Dewan Pimpinan Pusat Taruna Merah Putih di Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin dikutip Selasa, 29 Oktober 2024, dari Detik.com.

Lantas, sambil berkelakar, dia menyebut dirinya berteman dengan aktor James Bond atau yang dikenal agen 007. Menurut Presiden ke-5 RI ini, mirip James Bond, sebab bila ingin menelepon seseorang, mengetesnya terlebih dahulu dengan memancing kata-kata apakah penyadapan sudah dimulai.

“Keren toh? Kayak James Bond aja. Nggak percaya? Tanya sana dah sama yang tukang-tukang sadap. Loh iya loh, saya kalau jengkel saya ambil telepon ‘Halo-halo, sudah mulai sadapan’, berani atau nggak, masa sama Ibu aja kalah. Kalau udah dengar saya itu kasihan. Aduh kasihan amat ya kalian itu bangsa Indonesia loh apa bukan? Kalian itu bangsa Indonesia apa bukan?,” ujarnya.

Mega lalu mengungkit kesamaan angka 7 di usianya saat ini, 77, dengan nomor agen James Bond 007. “Saya sama James Bond tuh temenan, betul, karena dia kan 07 kalau saya 77, keren loh gimana sih.”

Sudah Lama Ngaku Disadap

Bukan kali ini saja Mega mengaku sebagai orang yang sering disadap di Indonesia. Kalimat serupa pernah ia ucapkan saat membuka sekolah calon anggota legislatif tingkat DPR di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis, 15 November 2018.

Mega mengaku sering disadap oleh sejumlah pihak. “Saya manusia di Indonesia yang paling sering disadap. Ngapain capek-capek bawa hape,” ujar Mega saat itu dilansir dari CNNIndonesia.com.

Karena merasa sering disadap, Mega beberapa kali meminjam HP milik pembantunya. Mega mengaku meminjam HP saat melihat pembantunya memiliki banyak telepon seluler.

“Ini buat apa? Dia jawab ‘ini buat gratis jam segini, yang ini gratis jam segini,’ ya sudah kalau saya butuh telepon saya tanya ini jam berapa, mana hape mu saya mau telepon. Tidak mungkin juga disadap walau sekarang sudah canggih penyadapan,” ujar Mega.

Dia mengungkapkan penyadapan tak hanya dilakukan oleh lawan politiknya, tapi juga yang bukan lawan politiknya. Untuk pihak yang terakhir Mega pun menyindir nama Johan Budi, caleg PDIP yang juga menjadi juru bicara kepresidenan saat itu.

Dengan santai Mega berkata kantor tempat Johan Budi pernah bertugas termasuk salah satu yang menyadap dirinya. “Kalau saya gini saja ngomong sudah disadap yang di sana. Tapi biarin aja, deh,” ujar Megawati.

“Itu, tempatnya Pak Johan Budi itu juga ikut nyadap,” ujar Mega menambahkan disambut gelak tawa peserta yang hadir.

Mega tak menyebut secara rinci kantor yang ia maksud. Johan Budi sendiri sebelum menjadi juru bicara kepresidenan sempat berkarier lama di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sementara pada 2017, Mega menyebutkan sejumlah lembaga yang diklaimnya menyadap pembicaraannya. Mulai dari lembaga kepolisian, Badan Intelijen Nasional (BIN) dan KPK.

“Saya ini orang yang disadap seantero jagad loh!” tukasnya saat meresmikan Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Minggu, 10 September 2017, dilansir dari Kompas.com.

“Bayangkan, yang nyadap aku itu cobain. Jadi kalau aku ketemu Kapolri, Pak aku masih disadap opo ora (apa tidak). Ketemu KPK, masih disadap opo ora. BIN, aku masih disadap opo ora. Lah kok akeh men yo (kok banyak banget ya),” tuturnya.

Mega menyadari banyak pihak yang menyadap pembicaraannya karena selalu menjadi perhatian banyak orang. “Terang dong, karena ucapan saya sangat diperhatikan orang.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy