Banda Aceh – Gangguan pada pasokan listrik dan jaringan komunikasi menjadi salah satu dampak signifikan akibat banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, berharap masyarakat tetap tenang dan bersabar. Pemerintah meyakini upaya penanganan darurat tengah dilakukan secara intensif oleh pihak terkait, termasuk perusahaan penyedia listrik negara.
“Kami berharap kepada masyarakat untuk bersabar. Kami yakin pihak PLN dan perusahaan jasa telekomunikasi yang beroperasi di Aceh sedang mengambil langkah-langkah strategis sebagai bagian dari respons penanggulangan bencana ini,” kata MTA, Rabu, 26 November 2025.
Baca juga: Tower Transmisi PLN Roboh Diterjang Banjir, Listrik Sebagian Aceh Padam
MTA mengatakan akibat curah hujan tinggi mengakibatkan banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Aceh. Bahkan, sebagian masyarakat dilaporkan telah mengungsi ke tempat aman.
Menurutnya, beberapa bupati di Aceh telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi. Di antaranya, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, dan Aceh Utara.
“Terparah Bireuen, Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Aceh Singkil. Bireuen nyaris lumpuh. BPBA sudah kirim 500 pcs live jacket, perahu poliethilen mesin untuk kabupaten terparah guna mendukung proses evakuasi warga,” ungkapnya.
Baca juga: Banjir Meluas, Anggota DPRA Minta Pemerintah Tetapkan Darurat Bencana Nasional
MTA memastikan tim Pemerintah Aceh saat ini masih terus memantau kondisi di lapangan bersama tim dari kabupaten dan kota.
“Estimasi jumlah korban terdampak masih terus dilakukan pendataan oleh tim di lapangan,” pungkas MTA.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy