Ketua AJI Lhokseumawe Ajak Jurnalis Muda Geluti Jurnalisme Multimedia

Zikri Maulana
Zikri Maulana saat menyampaikan materi di hari kedua KJR 2025. Foto: Dokumentasi AJI Lhokseumawe

Lhokseumawe – Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lhokseumawe Zikri Maulana mengajak jurnalis muda menggeluti perkembangan dunia jurnalisme multimedia. Mulai dari pemilihan perangkat yang tepat hingga teknik pembuatan video jurnalistik yang menarik dan informatif.

“Penerapan kaidah pengambilan gambar yang tepat adalah aspek-aspek penting dalam pembuatan video jurnalistik yang efektif,” ujar Zikri saat memaparkan materi tentang video jurnalistik di hari kedua Kelas Jurnalistik Ramadan (KJR), Sabtu, 15 Maret 2025.

Dia menyoroti pentingnya bagi jurnalis video memiliki keterampilan multifungsi atau kemampuan sebagai produser, reporter, videographer, dan editor video. Tentunya, sebut Zikri, keterampilan ini menjadi kunci menghasilkan berita berkualitas–khususnya bagi jurnalis televisi, menarik dan tetap fokus pada elemen-elemen seperti timeline maupun naskah.

“Menjadi jurnalis video atau televisi yang andal harus lihai merekam setiap gambar yang mampu bercerita, memiliki emosi serta memperkuat narasi,” ujarnya.

Setiap jurnalis video, tambah Zikri, harus menguasai isu dengan mengikuti berita, mencari tahu latar belakang isu tersebut atau menggali informasi apa saja yang relevan dengan topik berita. “Ini penting agar jurnalis tahu informasi apa yang akan dikembangkan.”

Sementara itu, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh (Unimal) Masriadi Sambo memaparkan materi seputar penulisan feature atau karangan khas. Jenis tulisan ini berangkat dari buah pikiran penulis tentang suatu kejadian, situasi, atau aspek kehidupan manusia.

Feature, sebut Masriadi, merupakan hasil kreativitas jurnalis dalam mengungkap sesuatu fakta jurnalistik dan menuangkannya lewat tulisan yang mengandung daya pikat atau menggugah emosi pembaca.

Baca juga: Jurnalis Muda dan Pers Mahasiswa Ikuti Kelas Jurnalistik Ramadan AJI Lhokseumawe

“Penyajian isi feature tidak terikat pada 5W+1H seperti berita straight news. Feature juga harus memuat informasi yang dibutuhkan pembaca tapi disajikan secara ringan,” ujarnya.

Satu hal yang harus diperhatikan dalam menulis feature, kata Masriadi, untuk memberikan informasi sekaligus menghibur. Pemilihan kata dan istilah harus menarik dan cocok dengan fakta diceritakan. Penyajian tulisannya boleh memasukkan anekdot atau sesuatu yang menarik karena lucu dan mengesankan.

Dia juga mengajak peserta KJR terus meningkatkan keterampilan menulis secara langsung, tidak hanya mengandalkan teorinya saja.

“Karena menulis itu tidak akan pernah bisa kalau tidak mau mencoba. Paling penting adalah tingkatkan literasi membaca agar mendapat pengetahuan mendalam maupun referensi untuk menjadi penulis yang baik.”

KJR 2025 AJI Lhokseumawe diikuti puluhan jurnalis muda dan mahasiswa, digelar di Gedung ACC Unimal sejak Jumat hingga Sabtu, 14-15 Maret 2025.

Di akhir kegiatan, Sekretaris AJI Lhokseumawe Muzakir memberikan piagam penghargaan kepada empat pemateri selama dua hari, yaitu Ayi Jufridar (Ketua AJI Lhokseumawe periode 2005-2008), Irmansyah (Ketua AJI Lhokseumawe periode 2021-2024), Masriadi Sambo dan Zikri Maulana. Setelah itu, dilakukan buka puasa bersama dengan peserta KJR 2025.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy