Kemenag Aceh Siapkan Enam Lokasi Pengamatan Hilal Idul Adha 2025

Tim Hisab Rukyat
Ilustrasi - Tim Hisab Rukyat memantau rukyatul hilal di Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Jakarta, Jumat, 7 Juni 2024. Foto: Antara

Banda Aceh – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh menyiapkan enam lokasi untuk melakukan pengamatan rukyatul hilal penetapan 1 Zulhijjah 1446 Hijriah dan Idul Adha 2025.

Enam lokasi itu yakni, Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang-Lhoknga, Aceh Besar, Tugu 0 Km-Kota Sabang, Bukit Blang Tiron Perta Arun Gas-Lhokseumawe, Pantai Lhokgeulumpang Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya, POB Suak Geudubang Aceh Barat, dan Pantai Nancala Teupah Barat, Simeulue.

Kemenag Aceh sudah mempersiapkan tiga teleskop astronomi Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang-Lhoknga, Aceh Besar dan lima teleskop yang tersebar di setiap lokasi rukyat lainnya.

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, mengatakan pengamatan rukyatul hilal dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan sidang isbat yang dipimpin oleh Menteri Agama RI di Jakarta, Selasa, 27 Mei 2025.

“Pemantauan menggunakan teleskop astronomi serta beberapa instrumen lainnya, dimulai menjelang magrib pada Selasa. Selanjutnya akan dilaksanakan sidang istbat kesaksian hilal yang bekerja sama dengan Mahkamah Syariyah setempat apabila hilal dapat terlihat,” kata Azhari.

Dia menyampaikan pengumuman hasil pengamatan akan disampaikan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam sidang isbat, setelah menerima hasil rukyatul hilal seluruh daerah se-Indonesia.

“Maka diharapkan masyarakat menunggu penetapan awal bulan Zulhijjah 1446 H oleh pemerintah pada Selasa, 27 Mei, sekitar pukul 19.30 WIB,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Falakiyah, Alfirdaus Putra, mengatakan rukyat dilakukan oleh tim Kemenag dan beberapa tim dari ormas Islam maupun dayah atau pesantren di seluruh Aceh.

Dia menjelaskan pada saat rukyat nantinya ketinggian hilal di wilayah Indonesia secara umum masih di posisi 0,1 derajat sampai 3,2 derajat dan masih di bawah kriteria Imaknurrukyat MABIMS yaitu 3 derajat, 6,4 elongasi. Akan tetapi, untuk sebagian wilayah Aceh sudah berada di atas syarat Imaknurrukyat MABIMS.

Ketinggian hilal di Aceh sudah mencapai 3,2 derajat di atas ufuk dan 7,1 derajat elongasi geosentris. Posisi hilal yang sudah tinggi tersebut mulai Aceh Timur melewati beberapa kabupaten hingga ke Banda Aceh serta Sabang di pantai utara dan untuk wilayah Barat, mulai dari Kabupaten Aceh Barat dan Aceh Jaya.

Menurut Alfirdaus, lama hilal dapat dirukyat sekitar 18 menit setelah terbenam matahari, dengan cahaya bulan sudah 0,32 persen.

“Bagi yang ingin rukyat mandiri, dapat melihat ke barat dengan arah 296,8 derajat atau sekitar 5 derajat ke arah utara matahari dengan ketinggian hilal 3,2 derajat ketika matahari terbenam, hingga 18 menit setelahnya. Hilal berpotensi untuk dirukyat dan terlihat kecuali keadaan cuaca yang mendung, berawan atau hujan,” pungkasnya.[]

 

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy