Banda Aceh – Pemerintah Aceh memastikan bonus untuk atlet yang meraih medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut tahun 2024 akan segera dibayarkan.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Teuku Kamaruzzaman atau Ampon Man, menyebut bonus itu telah diusulkan dalam APBA Perubahan tahun 2025 dan menunggu pengesahan oleh DPRA.
“Insya Allah, dalam waktu dekat akan segera cair, mohon doanya. Sesuai komitmen bersama, bonus para atlet pasti dibayar sesuai yang telah dijanjikan pemerintah,” ucap Ampon Man, Minggu, 14 September 2025.
Baca juga: Bonus Atlet PON dan Peparnas Dibayarkan Lewat APBA Perubahan 2025
Menurutnya, bonus atlet PON sempat gagal dianggarkan saat Aceh dipimpin oleh Penjabat (Pj.) Gubernur Safrizal. Setelah Muzakir Manaf dan Fadhlullah menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, bonus atlet kembali diusulkan dalam APBA-P 2025.
“Itu bentuk komitmen Pemerintah Aceh saat ini untuk menepati janji kepada atlet yang telah mengharumkan nama daerah,” tegas Ampon Man.
Pemerintah Aceh, kata Ampon Man, telah menyiapkan anggaran lebih dari Rp72 miliar untuk bonus atlet PON dan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas), termasuk bagi pelatih. Bonus atlet ditentukan berdasarkan capaian medali, mulai dari Rp300 juta untuk emas perorangan, Rp350 juta kepada beregu kecil, hingga Rp1 miliar bagi beregu besar.
Ampon Man menjelaskan pemenuhan dana hak-hak atlet yang berprestasi pada PON lalu merupakan komitmen Pemerintah Aceh yang penganggarannya berasal dari APBA murni maupun perubahan.
“Yang mekanisme dan waktunya telah diatur sedemikian rupa sesuai ketentuan perundang undangan yang ada,” tutur dia.
Baca juga: KONI Aceh Janjikan Bonus Rp300 Juta Bagi Atlet Peraih Medali Emas
Selain itu, kata Ampon Man, pemerintahan Mualem-Dek Fad saat ini tengah mengawal sejumlah agenda strategis. Mulai dari percepatan realisasi APBA, penetapan RPJMA 2025-2029 dan RKPA 2026, hingga revisi UUPA di DPR RI.
“Revisi UUPA ini sangat penting untuk percepatan pembangunan Aceh serta memperkuat kewenangan yang dimiliki Aceh guna keberlanjutan perdamaian Aceh sesuai MoU Helsinki dan berbagai agenda pembangunan Aceh lainnya,” katanya.
Ampon Man menegaskan komitmen Pemerintah Aceh terhadap olahraga, pendidikan, kesejahteraan masyarakat, serta pembenahan birokrasi merupakan satu kesatuan langkah menuju Aceh yang “maju, damai, sejahtera, dan bermartabat”.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy