Tirane – Pemerintah Albania sudah muak dengan pejabat korup sehingga mengandalkan pejabat digital yang tidak bisa disuap.
Negara Balkan ini berada di peringkat ke-80 dari 180 negara terkorup di dunia, menurut Indeks Persepsi Korupsi Transparency International tahun lalu.
Albania kini menjadi negara pertama di dunia yang menggunakan chatbot artificial intelligence (AI) sebagai menteri virtual.
Matahari
Chabot AI bernama Diella berarti “matahari” dalam bahasa Albania, akan bertanggung jawab atas seluruh urusan pengadaan publik di Albania ke depan, kata Perdana Menteri, Edi Rama, dalam rapat partai di Tirana.
Chatbot tersebut diluncurkan awal tahun ini di platform e-Albania sebagai asisten virtual AI yang membantu warga negara dalam layanan pemerintah. Avatar-nya muncul sebagai seorang perempuan muda berambut cokelat yang mengenakan pakaian tradisional Albania.
“Diella adalah anggota kabinet pertama yang tidak hadir secara fisik, tetapi secara virtual diciptakan oleh AI,” kata Edi Rama, dilansir Sindonews mengutip Russia Today, Minggu, 14 September 2025.
“Pengadaan umum harus ditransformasikan, yang perlu kita alihkan secara bertahap ke AI, menjadikan Albania negara dengan tender publik yang 100% bebas korupsi,” tegas Edi Rama.
Pengelolaan Sampah
Pemberian kontrak sektor publik di negara Balkan ini telah lama menjadi sumber skandal korupsi, yang mempersulit upaya Albania untuk masuk Uni Eropa sejak resmi mendapatkan status kandidat pada tahun 2014.
Beberapa bulan terakhir, negara ini diguncang oleh skandal korupsi besar yang berpusat di sekitar pengelolaan sampah. Pada April, tujuh mantan pejabat dihukum atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan.
Komisi Eropa secara rutin menyoroti masalah korupsi di negara tersebut sebagai bagian dari laporan supremasi hukumnya.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy