Jangan Salah Paham! Ini Fakta di Balik Mitos Diabetes

Ilustrasi diabetes
Ilustrasi diabetes. Foto: klikdokter.com

Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit tertua pada manusia. Berasal dari istilah kata Yunani, diabetes yang berarti pancuran dan melitus yang berarti madu atau gula.

Kurang lebih istilah Diabetes Melitus menggambarkan gejala diabetes yang tidak terkontrol, yakni banyak keluar air seni yang manis karena mengandung gula. Oleh karena demikian, dalam istilah lain penyakit ini disebut juga “kencing manis”.

 

Secara definisi medis, definisi diabetes meluas kepada suatu kumpulan aspek gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan karena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan insulin, baik yang sifatnya absolut maupun relatif.

Saat ini, masih banyak kesalahpahaman yang beredar soal diabetes. Akibatnya, tidak sedikit orang yang menjalani pola hidup berdasarkan informasi keliru, sehingga pengelolaan penyakit ini menjadi tidak maksimal dan rentan menimbulkan komplikasi serius.

Berikut enam mitos seputar diabetes yang sering ditemui di masyarakat:

1. Makanan Manis Adalah Penyebab Utama Diabetes

Banyak yang mengira bahwa konsumsi gula secara langsung menyebabkan diabetes. Faktanya, diabetes merupakan gangguan kronis akibat terganggunya fungsi insulin. Meski konsumsi makanan manis berlebihan dapat menyebabkan obesitas — salah satu faktor risiko diabetes — bukan berarti gula adalah satu-satunya penyebab. Gaya hidup, berat badan berlebih, dan faktor genetik juga memainkan peran besar.

2. Diabetes Bisa Disembuhkan Sepenuhnya

Hingga kini, belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan diabetes secara total. Penyakit ini hanya bisa dikendalikan dengan pola makan, aktivitas fisik, dan pengobatan yang tepat. Tujuannya adalah menjaga kadar gula darah tetap stabil agar komplikasi serius seperti gangguan ginjal atau jantung bisa dicegah.

3. Penderita Diabetes Harus Menghindari Karbohidrat Sama Sekali

Karbohidrat tetap diperlukan tubuh sebagai sumber energi, bahkan bagi penderita diabetes. Yang penting adalah memilih jenis karbohidrat yang tepat dan mengatur porsinya. Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi, dan roti gandum lebih dianjurkan karena dicerna lebih lambat dan tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang tajam.

4. Hanya Orang dengan Berat Badan Berlebih yang Bisa Kena Diabetes

Obesitas memang meningkatkan risiko, namun bukan satu-satunya faktor. Banyak penderita diabetes tipe dua memiliki berat badan normal. Faktor lain seperti keturunan, pola makan, dan tingkat aktivitas fisik juga sangat berpengaruh. Bahkan, orang kurus pun bisa memiliki lemak visceral yang berbahaya dan memicu resistensi insulin.

5. Obat Diabetes Membahayakan Ginjal

Anggapan ini salah. Justru, jika kadar gula darah tidak dikendalikan dengan obat, risiko kerusakan ginjal menjadi lebih tinggi. Obat diabetes yang diresepkan dokter sudah melalui uji keamanan dan efektif menjaga kestabilan gula darah. Yang penting, konsumsi obat harus sesuai anjuran dan diawasi tenaga medis.

6. Diabetes Hanya Menyerang Lansia

Faktanya, diabetes dapat menyerang siapa saja, termasuk anak-anak dan remaja. Diabetes tipe satu umumnya muncul sejak usia muda, sedangkan tipe dua memang lebih sering pada orang dewasa, namun kini makin banyak ditemukan pada usia produktif akibat pola hidup tidak sehat.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy