Human Initiative Datangkan 3 USG Portabel dari Amerika untuk Aceh

Penyerahan USG portabel
Ketua Dewan Pembina Human Initiative Ahmad Zaki menyerahkan bantuan 3 unit USG Protabel kepada Pemerintah Aceh dan diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir, Senin (9/2/2026). Foto: Humas Dinkes Aceh

Banda Aceh — Human Initiative menyumbang tiga unit ultrasonografi (USG) portabel untuk mendukung penguatan layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana di Aceh.

USG portabel tersebut didatangkan langsung dari Amerika Serikat. Proses pengadaannya membutuhkan waktu karena spesifikasi alat harus disesuaikan dengan kebutuhan lapangan.

“Pengadaannya memang membutuhkan waktu karena didatangkan dari Amerika melalui perusahaan rekanan di Jakarta,” ujar Ketua Dewan Pembina Human Initiative Ahmad Zaki saat menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada Sekda Aceh M Nasir di Ruang Rapat Sekda Aceh, Senin, 9 Februari 2026, dikutip dari Laman Dinkes Aceh.

Selain itu, lembaga tersebut juga mendukung operasional lapangan melalui dua unit kendaraan double cabin berstatus sewa pakai.

“Semoga seluruh bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Zaki.

Bantuan USG portabel itu, tambah dia, bagian dari komitmen Human Initiative dalam memastikan layanan kesehatan tetap berjalan, khususnya bagi kelompok rentan di wilayah yang terdampak bencana dan memiliki keterbatasan sarana medis. Alat tersebut diharapkan dapat menunjang pemeriksaan kesehatan secara cepat dan efektif di lapangan.

Human Initiative sendiri sejak November 2025 hingga Januari 2026 telah menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan kepada 111.827 pemegang hak program (penerima manfaat) di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Bantuan tersebut meliputi layanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta dukungan pemulihan awal bagi masyarakat terdampak.

Khusus untuk Aceh, kata Zaki, sebanyak 71.626 pemegang hak program telah menerima manfaat dari respons Human Initiave tersebut.

Pemegang hak program (right holder) merupakan sebutan bagi penerima manfaat di Human Right Initiave, baik individu, keluarga, atau kelompok masyarakat terdampak atau kelompok rentan yang berhak mendapatkan bantuan, perlindungan serta turut dilibatkan dalam setiap tahapan program.

Kepada Sekda Nasir, Zaki juga memaparkan rencana lanjutan Human Initiative usai fase tanggap darurat. Human Initiative akan melanjutkan program rehabilitasi dan rekonstruksi dengan menetapkan 11 desa prioritas pemulihan. Enam di antaranya berada di Aceh, yakni Pante Beureune (Pidie Jaya); Langkahan dan Geudumbak (Aceh Utara); serta Upah, Perdamaian, dan Sunting (Aceh Tamiang).

“Program rehabilitasi akan difokuskan pada sektor hunian, prasarana umum, utilitas, penghidupan (livelihood), dan penguatan ekonomi masyarakat.”

Nasir mengapresiasi dukungan Human Initiative yang sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam pemulihan pascabencana. Ia juga meminta Human Initiative terus berkontribusi dan bersinergi dalam membantu pemulihan pascabencana di Aceh, baik dalam bidang pendidikan, pangan, air, sanitasi dan hygine, sarana dan prasarana, hunian dan pemukiman, termasuk di bidang kesehatan.

Menurut Nasir, saat ini kondisi ekonomi masyarakat terdampak masih melemah sehingga diperlukan stimulus yang dapat langsung bisa dirasakan masyarakat.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy