Sigli – Gadis berinisial P yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Malaysia pada Selasa, 24 Desember 2024, bukan berasal dari Pidie. Hasil penyelidikan polisi diketahui keluarga perempuan tersebut berada di Aceh Besar.
Kasat Reskrim Polres Pidie AKP Dedy Miswar menyebutkan, ayah perempuan tersebut berasal dari Kecamatan Sakti, tapi di sana hanya tinggal bibi korban, yakni kakak sang ayah. Sementara keluarga korban tinggal di Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar.
“Korban terakhir pulang ke Pidie Agustus lalu. Tapi dia bukan warga Pidie,” ujar Dedy pada Kamis dikutip Senin, 30 Desember 2024, dari Detik.
Dedy menyebutkan, hasil penyelidikan polisi diketahui korban bukan berusia 17 tahun tapi 22 tahun. Informasi yang menyebutkan korban masih di bawah umur disebutnya tidak benar.
Baca Juga: Ketua Komisi I DPRA Kecam Kejahatan Terhadap Gadis Pidie di Malaysia: Aksi Biadab!
Meski demikian, Dedy mengaku belum memperoleh informasi lebih detail tentang korban, termasuk sudah berapa lama di Malaysia. Pihaknya akan menemui lagi bibi korban untuk mendalami informasi tentang korban.
Sebelumnya, beredar video tentang gadis tersebut yang sudah diamankan warga Aceh di Malaysia. Seorang pria dalam video menyebutkan korban dibawa ke Malaysia oleh seorang agen. Namun setiba di sana diduga menjadi korban perdagangan orang.
Korban disebut diperkosa di sebuah hotel oleh lima pria dari negara berbeda. Korban juga disebut diminta mengaku berusia 24 tahun serta sudah pernah menikah.
Baca Juga: Gadis Asal Pidie Diduga Diperkosa di Malaysia, TOMPi Desak Pemda Turun Tangan
Video itu beredar salah satunya di grup Tokoh Masyarakat Pidie (TOMPi). Sekjen TOMPi Muhammad Nur membenarkan korban berasal dari salah satu desa di Kabupaten Pidie.
“Agen atau pelaku harus segera ditangkap untuk membongkar praktek jahat dan mafia ini. Pelaku memiliki niat menjual korban dengan memalsukan dokumen identitas berupa KTP dan KK, dari umur 17 tahun dibuat menjadi 24 tahun. Investigasi ini harus dilakukan sampai ke kantor Imigrasi karena berhubungan dengan pembuatan paspor korban.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy