Fakta-fakta Semenanjung Kamchatka Rusia, Lokasi Gempa Magnitudo 8.7

Kondisi pelabuhan di Kamchatka setelah dihantam tsunami
Kondisi pelabuhan di Severo-Kurilsk, Kamchatka, setelah dihantam tsunami. Foto: X @Osinttechnical

Moskow – Gempa Magnitudo 8.7 mengguncang lepas pantai Kamchatka Rusia pada Rabu, 30 Juli 2025, pada pukul 06.24 WIB.

Gempa tersebut memicu tsunami setinggi 3-4 meter yang menghantam pelabuhan di kota Severo-Kurilsk.

Sementara di Jepang, gelombang tsunami setinggi 1,3 meter menghantam Pelabuhan Kuji, Prefektur Iwate, di timur laut Jepang, dan beberapa kawasan lainnya.

Seorang penduduk kota Petropavlovsk mengatakan guncangan berlangsung selama beberapa menit. “Saya memutuskan untuk meninggalkan gedung,” kata Yaroslav, 25 tahun, dilansir Reuters.

“Rasanya seperti dinding bisa runtuh kapan saja. Guncangan itu berlangsung terus-menerus setidaknya selama 3 menit.”

Rekaman video yang dirilis oleh kementerian kesehatan wilayah tersebut menunjukkan tim medis di Petropavlovsk-Kamchatsky tetap melakukan operasi saat getaran mengguncang peralatan dan lantai ruangan.

Lokasi Kamchatka

Kamchatka merupakan wilayah semenanjung sepanjang 1.250 kilometer. Luas wilayahnya 270 ribu kilometer persegi. Kamchatka berbatasan dengan Laut Okhotsk di sebelah barat dan Samudra Pasifik di sebelah timur.

Baca juga: Tinggi Gelombang Tsunami di Jepang Capai 1,3 meter, Paus Hanyut ke Daratan

Semenanjung itu juga bagian dari Oblast Kamchatka dan Okrug Otonom Koryakia. Di Kamchatka terdapat 160 gunung. Gunung tertinggi di semenanjung itu ialah Klyuchevskaya Sopka dengan ketinggian 4.750 meter.

Jarak Kamchatka dan Moskow, ibu kota Rusia, sekitar 6.700 kilometer jika diukur melalui udara. Kamchatka terletak di ujung timur Rusia, sedangkan Moskow berada di bagian barat negara itu.

Karena lokasinya terpencil, untuk mencapai Kamchatka dari Moskow, opsi paling umum adalah dengan penerbangan langsung ke Petropavlovsk, ibu kota Kamchatka, sekira 8-9 jam.

Jika ditempuh melalui jalur darat, jaraknya akan lebih jauh lagi karena tidak ada jalur langsung yang menghubungkan kedua wilayah tersebut.

Baca juga: Tsunami Landa Jepang dan Sebagian Timur Rusia

Catatan Gempa di Kamchatka

Semenanjung Kamchatka merupakan wilayah langganan gempa besar yang memicu tsunami. Para ilmuwan Rusia mengatakan gempa 8.7 adalah yang terkuat yang melanda wilayah tersebut sejak 1952.

Wikipedia mencatat, pada 25 Maret 2020, gempa bumi berkekuatan 7.5 melanda kawasan itu.

Sebelumnya pada 21 April 2006 gempa berkekuatan 7.6 menciptakan zona patahan permukaan sepanjang 140 kilometer.

Sebelumnya lagi pada 4 Mei 1959, gempa bumi 8.3 terjadi di kedalaman hiposentrum 55 kilometer.

Namun gempa berkekuatan 9.0 terjadi pada 5 November 1952. Awalnya diperkirakan berkekuatan 8.2 namun direvisi menjadi 9.0 di tahun-tahun berikutnya.

Tsunami besar menyusul, menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di Semenanjung Kamchatka dan Kepulauan Kuril. Hawaii juga terdampak tetapi tidak ada korban jiwa yang tercatat. Jepang tidak melaporkan korban jiwa atau kerusakan. Tsunami mencapai Alaska, Chili, dan Selandia Baru.

Baca juga: Gempa Magnitudo 8.7 Guncang Rusia, Berpotensi Tsunami di Wilayah Indonesia

Gempa yang menyebabkan tsunami setinggi 7,6 meter terjadi pada 4 Februari 1923. Gempa bumi berkekuatan 8.4 ini mengakibatkan kerusakan besar di Kamchatka. Tsunami masih setinggi 6 meter ketika mencapai Hawaii.

Gempa Susulan

“Gempa bumi hari ini sangat serius dan terkuat dalam beberapa dekade terakhir,” ujar Gubernur Kamchatka, Vladimir Solodov, dalam sebuah video yang diunggah di aplikasi perpesanan Telegram.

Melansir kantor berita Rusia, TASS, setelah gempa besar hari ini, ada delapan gempa susulan berkekuatan lebih dari 5 terjadi di lepas pantai Kamchatka dalam satu jam. Gempa terjadi pada kedalaman 7 hingga 100 kilometer.

Para ahli memperkirakan akan terjadi gempa susulan dengan kekuatan hingga 7.5 setidaknya selama sebulan.

Sementara itu Gubernur Sakhalin, Valery Limarenko, dalam siaran langsung di saluran televisi Rossiya-24 mengatakan tidak ada korban jiwa atau kerusakan serius akibat tsunami di Severo-Kurilsk.

“Tidak ada korban jiwa atau kerusakan besar,” ujarnya seraya mencatat gelombang tsunami terakhir sebagian membanjiri pelabuhan dan perusahaan perikanan.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy