Lhoksukon – Dosen Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh melaksanakan penelitian di Dayah Babussalam Al-Hanafiyyah, Matangkuli, Aceh Utara, pada Minggu, 14 September 2025.
Salah seorang peneliti, Febriani Rahma, mengatakan penelitian itu menyoroti bagaimana pesantren tradisional mampu bertahan, beradaptasi, dan bangkit pascabencana banjir, baik dari aspek psikososial santri, ketahanan komunitas, maupun peran pengasuh dayah.
“Penelitian ini penting karena pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama, tetapi juga pusat kehidupan sosial yang turut menghadapi risiko bencana alam,” ujar Febriani dalam keterangan tertulis diterima Line1.News, Selasa, 16 September 2025.
“Santri di pesantren bukan hanya menghadapi tantangan akademik, tetapi juga tantangan lingkungan yang nyata seperti banjir. Penelitian ini ingin melihat bagaimana para santri mampu bangkit, membangun kekuatan diri, dan menumbuhkan regulasi emosi meskipun berada dalam keterbatasan,” tambahnya.
Selain itu, kata Febriani, penelitian tersebut bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
“Penelitian ini juga sejalan dengan visi dan misi Program Studi Psikologi FK Unimal, yang menekankan peran aktif psikologi dalam konteks penanggulangan bencana dan pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan ini, Psikologi Unimal menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ilmu yang bukan hanya akademis, tetapi juga aplikatif bagi kebutuhan lokal.”
Pimpinan Dayah Babussalam Al-Hanafiyyah Waled Sirajuddin menyambut positif kegiatan tersebut. Dia menyatakan penelitian semacam itu memberikan harapan bagi penguatan kapasitas pesantren dalam menghadapi bencana.
“Banjir sudah menjadi tantangan yang berulang bagi kami. Kehadiran peneliti dari Unimal ini penting untuk membantu kami memahami kekuatan dan kelemahan kami, sehingga bisa lebih siap ke depan.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy