Striker Persiraja asal Inggris, Deri Corfe. Foto: Persiraja
Banda Aceh – Penyerang Persiraja Banda Aceh, Deri Corfe mengakui tidak puas dengan penampilan timnya sejauh ini di babak 8 Besar Pegadaian Liga 2 musim 2024-2025. Sejauh ini, Persiraja hanya memetik sekali kemenangan dari tiga laga.
Namun, Corfe yakin Persiraja akan menemukan performa terbaiknya. “Performa di [babak] delapan besar sejauh ini bukan yang terbaik. Dan kita pasti bisa melakukan lebih baik lagi,” ujar Corfe dilansir dari laman Persiraja.id, Kamis, 6 Februari 2025.
Karena itu, tambah striker kelahiran Chester, Britania Raya, 3 Maret 1998 tersebut, saat menjamu PSIM Yogyakarta pada Jumat malam, 7 Februari 2025, ia dan kawan-kawannya akan bermain lebih bagus.
“Jadi kami berencana bermain dengan sangat baik, dalam beberapa pertandingan berikutnya, dan akan membuktikannya pada para penggemar. Jadi, kami ingin para penggemar datang semua ke stadion mendukung kami. Kami yakin bisa melakukannya,” ujar pencetak 11 gol untuk Persiraja ini dengan nada optimis.
Di tiga laga sebelumnya, Persiraja kalah 2-0 di kandang sendiri dari PSPS Pekanbaru. Kemudian menang di kandang Deltras FC 3-2 dan kembali takluk di kandang PSIM Yogyakarta dengan skor 2-0.
Klasemen Grup X dan Y Babak 8 Besar. Foto: flashscore.com
Adapun kick off Persiraja melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Haji Dimurthala Lampineung dijadwalkan kick off pada pukul 20.30 waktu Aceh.
Saat ini, Laskar Rencong berada di dasar klasemen Grup X dengan tiga poin. Laga Jumat malam menjadi pertandingan penentu Persiraja untuk meraih tiket ke Liga 1 musim ini. Jika kalah di laga tersebut, kemungkinan besar anak-anak asuh Akhyar Ilyas harus memupus harapan menuju Liga 1.
Dua laga sisa sesudahnya akan digelar pada Selasa, 11 Februari 2025 di kandang PSPS Pekanbaru. Lalu laga terakhir akan dijalani Persiraja pada Senin, 17 Februari 2025, di Banda Aceh menjamu Deltras FC Sidoarjo.
Di sisi lain, situasi kandang Persiraja tidaklah terlalu “angker” bagi lawan. Terbukti saat menjamu PSPS, Persiraja justru babak belur di hadapan pendukungnya sendiri. Sementara PSPS kemudian kalah di kandangnya sendiri oleh PSIM.
Mengacu pada regulasi pertandingan, dua tiket promosi ke Liga 1 otomatis menjadi jatah juara Grup X dan juara Grup Y. Sementara satu tiket tersisa akan diperebutkan runner-up dari Grup X dan Y di babak play off melalui pertandingan tunggal.[]
Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy
Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy