Bupati Tagore Serahkan 226 Pintu Huntara kepada Korban Bencana Bener Meriah

Bupati Bener Meriah
Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar menyerahkan kunci huntara secara simbolis kepada warga terdampak bencana, Selasa (17/2). Foto: Humas Pemkab Bener Meriah

Redelong – Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar menyerahkan kunci hunian sementara (huntara) kepada 226 warga terdampak banjir bandang dan longsor.

Warga yang menerima kunci huntara tersebut kehilangan tempat tinggal atau rumahnya mengalami kerusakan sangat parah akibat bencana.

“Kami berharap huntara ini dapat menjadi tempat tinggal sementara yang nyaman bagi masyarakat. Pemerintah daerah terus berkomitmen untuk mempercepat proses pemulihan bagi seluruh warga yang terdampak,” ujar Tagore saat penyerahan kunci huntara secara simbolis kepada penerima, di Aula Pendopo Bupati, Selasa, 17 Februari 2026, dikutip dari Laman Pemkab Bener Meriah.

Baca juga: Ini Kata BNPB Soal 914 Pintu Huntara Korban Bencana di Bener Meriah

Para penghuni huntara, kata Tagore, juga mendapatkan paket bantuan komprehensif untuk mendukung kelangsungan hidup dan pemulihan ekonomi.

Bantuan tersebut mencakup jaminan hidup Rp15 ribu sehari per orang selama tiga bulan, stimulan pemberdayaan ekonomi Rp5 juta per KK, beras 10 kg per KK setiap bulan, dana Rp3 juta per KK untuk pemenuhan peralatan rumah tangga, serta perlengkapan dasar berupa kompor, matras, dan selimut dari BNPB.

Sebelumnya, Kepala BNPB Suharyanto mengatakan di Bener Meriah ada 914 KK yang akan menerima huntara. Jumlah ini sesuai dengan permohonan korban banjir dan longsor melalui Pemkab Bener Meriah kepada BNPB.

Huntara dibangun di Kampung Wonosobo, Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah. Pembangunan huntara itu salah satu dari dua skema penanganan rumah rusak berat yang dilakukan pemerintah melalui BNPB.

Selain huntara, skema kedua adalah pemberian dana tunggu hunian (DTH) bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau masyarakat sekitar.

Bantuan Daging Meugang

Di luar bantuan huntara,  kampung terdampak langsung bencana juga memperoleh daging meugang.

Pemkab Bener Meriah sebelumnya menerima dana Rp4.550.000.000 dari Presiden Prabowo. Uang yang ditransfer ke kas daerah ini digunakan untuk pengadaan 160 ekor sapi. Rencananya, sapi-sapi tersebut dibagikan ke 105 kampung terdampak langsung bencana untuk disembelih dan dagingnya dibagi-bagikan kepada warga.

Baca juga: Korban Bencana di Bener Meriah Terima Bantuan Perbaikan Rumah Rusak Sedang dan Ringan

Plt Kepala Dinas Pertanian Bener Meriah Uswatun menambahkan, berdasarkan petunjuk teknis pelaksanaan program, sapi yang disalurkan bukan jenis impor.

“Jenisnya harus lokal, namun untuk memenuhi kebutuhan jumlahnya diperbolehkan dibeli dari luar daerah, sepanjang tetap sesuai ketentuan,” jelasnya.

Apabila terdapat kelebihan dana dari total anggaran yang telah ditransfer ke kas daerah setelah proses pengadaan selesai, kata Uswatun, sisanya akan dikembalikan ke pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy