BNN Ungkap Pengiriman 89,6 Kg Sabu Jaringan Transporter Aceh-Medan Pakai Mobil Mewah

Kepala BNN Marthinus Hukom
Kepala BNN Marthinus Hukom. Foto: Tangkapan Layar YouTube

Jakarta – Operasi gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat dan Bea Cukai menggagalkan pengiriman 30 bungkus sabu-sabu oleh tersangka Y alias THZ alias TB, pada 18 Februari 2025.

Kepala BNN Marthinus Hukom mengatakan tersangka mengirim sabu-sabu menggunakan mobil BMW.

“Tersangka merupakan bagian dari jaringan transporter darat Aceh-Medan yang menggunakan mobil mewah merek BMW nomor polisi B 1136 U,” ujar Marthinus saat konferensi pers pengungkapan jaringan narkortika, dilihat dari YouTube Info BNN, Senin, 3 Maret 2025.

Saat melakukan pengembangan kasus di Kabupaten Langkat, kata Marthinus, petugas kembali berhasil menyita 60 bungkus sabu-sabu yang disimpan dalam mobil Mercedes-Benz plat B 2379 STC di Kota Medan.

“Rencananya sabu-sabu itu akan dikirim ke Pulau Jawa melalui jasa towing,” ujar Marthinus.

Sampai saat ini, kata dia, petugas masih mengejar Munzir (DPO) selaku pemilik sabu yang memerintahkan Yafizham membawa barang haram itu ke Jawa.

Total barang bukti yang diproleh BNN dari jaringan transporter itu sebanyak 89,6 kilogram. Petugas juga menyita mobil merek Audi yang juga digunakan untuk pengiriman sabu dari Aceh ke Medan.

Baca juga: BNN Sumut Ungkap 90 Kilogram Sabu di Jalan Sunggal Medan?

Sebelumnya, Line1.News memperoleh informasi dari seorang sumber bahwa BNNP Sumut menangkap 90 kilogram sabu yang dibawa kurir berinisial HZ di Jalan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, pada Jumat malam, 21 Februari 2025.

Informasi itu juga menyebutkan, HZ merupakan warga Aceh dan diduga salah salah satu komplotan jaringan narkoba lintas provinsi. HZ disebut sangat mengetahui lokasi jalan-jalan di Kota Medan untuk mengantar pesanan serbuk putih itu kepada pembeli.

Namun, saat dikonfirmasi terkait penangkapan sabu-sabu 90 kilogram itu, Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Toga Habinsaran Panjaitan enggan berkomentar. Pesan WhatsApp yang dikirimkan kepadanya pada Rabu, 26 Februari 2025, hanya dibaca saja tanpa dibalas

Modus Jaringan Transporter Aceh-Medan

Menurut Marthinus, jaringan transporter merupakan kelompok Aceh yang mengirimkan sabu-sabu dengan modus menggunakan mobil mewah.

Sabu-sabu itu, kata dia, masuk ke wilayah Aceh dari Malaysia melalui laut menggunakan kapal nelayan.

Narkotika itu kemudian dimasukkan ke dalam mobil mewah merek BMW, Mercedes-Benz, dan Audi, sebanyak 30-60 bungkus per mobil. Setelah itu, mobil-mobil tersebut diserahkan ke perusahaan towing di Aceh dan Medan.

Selanjutnya, perusahaan ekspedisi membawa mobil tersebut melalui kapal laut menuju Pelabuhan Patimban Subang dan Jakarta. Setelah itu narkoba diantarkan ke alamat pemesan di Jakarta, Tangerang, Bogor, Kendari, dan Makassar.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy