Biar Tak Gerah, Huntara Bakal Pasang Atap Khusus dan Kipas Angin

Mendagri Tito Karnavian saat meninjau kondisi dalam Huntara di Pidie Jaya
Mendagri Tito Karnavian saat meninjau kondisi dalam Huntara di Pidie Jaya. Foto: Kemendagri

Pidie Jaya – Pemerintah memastikan kenyamanan para pengungsi pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Muhammad Tito Karnavian, menegaskan pihaknya tengah mengevaluasi standar hunian sementara (huntara) agar lebih layak huni.

Salah satu keluhan utama yang direspons adalah kondisi suhu di dalam huntara yang seringkali terasa panas menyengat.

“Kita akan sampaikan kepada BNPB, apakah bisa dibuatkan alas (atap) supaya ke depan standarnya ada alasnya, sehingga tidak terlalu panas,” ujar Tito saat meninjau huntara di Pidie Jaya, Jumat (6/3), dikutip Line1.News dari laman Kemendagri pada Rabu, 18 Maret 2026.

Fasilitas Kipas Angin dan Evaluasi Bangunan

Tak hanya soal atap, Tito juga mempertimbangkan penambahan fasilitas penunjang seperti kipas angin untuk memperbaiki sirkulasi udara. Langkah ini diambil setelah melihat adanya perbedaan fasilitas pada berbagai model huntara yang dibangun oleh instansi yang berbeda.

“Di BNPB tidak ada ranjang, tapi kelebihannya dapur dan toiletnya ada sendiri. Sementara yang dibangun Danantara dan Kementerian PU ada ranjang dan kipas angin, tapi dapur dan kamar mandi komunal,” jelasnya.

Pemerintah kini terus mengevaluasi model-model tersebut untuk menemukan standar terbaik bagi warga terdampak.

Target ‘Mudik’ ke Huntara Sebelum Idulfitri

Kabar baiknya, jumlah pengungsi yang masih bertahan di tenda-tenda darurat di tiga provinsi tersebut terus menurun drastis.

Pemerintah mematok target ambisius agar seluruh pengungsi sudah berpindah ke huntara atau menerima bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebelum hari raya Idulfitri 2026.

“Target kita sebelum Idulfitri mereka sudah masuk ke huntara atau menggunakan dana tunggu hunian,” tambah Tito optimis.

Dalam kunjungan tersebut, Tito didampingi sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Dirjen Bina Adwil Safrizal ZA, serta Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy