Banda Aceh – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh Agus Chusaini menyebutkan pertumbuhan ekonomi provinsi bakal sedikit melambat pada 2025.
Salah faktornya, kata Agus, kebijakan efisiensi anggaran yang dijalankan pemerintah dan penundaan sejumlah proyek strategis nasional (PSN).
“Meskipun pertumbuhan [ekonomi Aceh pada] 2024 cukup baik, terdapat indikasi perlambatan di tahun 2025, terutama akibat efisiensi anggaran oleh pemerintah dan penghentian sementara beberapa proyek PSN,” ujarnya dilansir dari RRI, Kamis, 27 Februari 2025.
“Ada sedikit pengaruh dari penundaan PSN, namun kami berharap proyek-proyek baru dapat segera diluncurkan,” imbuhnya.
Sementara itu, kata Agus, muncul dorongan baru untuk ekonomi Aceh di tahun ini. Salah satunya melalui program ketahanan pangan. Aceh mendapat bagian dari pencetakan lahan baru untuk pertanian, dengan target 61.000 hektare. Kegiatan ini diperkirakan berkontribusi besar terhadap perekonomian daerah.
Selain itu, sektor ekspor khususnya komoditas tambang seperti batu bara, juga diharapkan tetap kuat. Hal ini mengingat proyeksi pertumbuhan ekonomi India pada 2025 mencapai 6,5 persen.
“Program ketahanan pangan dan ekspor ke negara seperti India akan mendorong pertumbuhan ekonomi kita, sehingga kami tetap optimis,” ujarnya.
Di sisi lain, meskipun Aceh mengalami deflasi 0,13 persen pada Januari 2025, inflasi tahunan masih berada dalam target yang ditetapkan, yaitu 1,61 persen, yang berarti cukup terkendali.
“Kami berharap dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, kita bisa menjaga inflasi tetap stabil,” ujarnya.
Tahun lalu, pertumbuhan ekonomi Aceh 4,6 persen, lebih tinggi dibandingkan 2023, hanya 4,27 persen. Sejumlah faktor penopang seperti PSN yang sedang berlangsung di Aceh dan perhelatan Pilkada, turut mendorong laju perekonomian di 2024.
Terkait stabilitas sistem keuangan, Agus melaporkan sektor ini tumbuh 3,49 persen pada 2024 dan diperkirakan akan terus menunjukkan angka positif dengan NPF (Non Performing Financing) yang tetap rendah pada 2,34 persen. Hal ini menandakan bahwa sistem keuangan Aceh cukup stabil dan sehat.
Agus memberikan catatan tentang pentingnya investasi untuk mendongkrak perekonomian Aceh, terutama di sektor pertanian sebagai sektor unggulan.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy