Badan Amal di Selandia Baru Minta Maaf Karena Bagikan Permen Nanas Berisi Sabu

Permen tersebut ditemukan mengandung metamfetamin.
Permen nanas merek Rinda yang ditemukan mengandung sabu. Foto: nzherald.co.nz

Auckland – Lembaga amal Selandia Baru, Auckland City Mission (ACM) meminta maaf karena tak sengaja membagikan puluhan permen rasa nanas yang berisi metamfetamin.

Melansir The New Zealand Herald, Lembaga tersebut menyumbangkan paket kebutuhan pokok kepada warga Selandia Baru yang tidak mampu membeli makanan. Permen tersebut ikut terbagi di dalam paket bantuan.

ACM pertama kali mengetahui masalah tersebut pada Selasa sore, 13 Agustus 2024. Saat itu beberapa orang penerima sembako mengeluh tentang permen yang rasanya tidak enak.

Tiga orang yang terdiri dari seorang anak, seorang remaja dan seorang pekerja amal, mencari perawatan medis setelah mencicipi permen nanas merek Rinda tersebut.

Permen sabu
Permen sabu

Namun, Inspektur Detektif Glenn Baldwin dari kepolisian Auckland mengatakan tidak ada di antara ketiga orang tersebut yang dirawat di rumah sakit. Baldwin mengatakan Auckland City Mission tidak melakukan kesalahan terkait hal itu.

Menurut lembaga amal tersebut, permen mengandung sabu itu disumbangkan oleh seorang warga yang tidak diketahui namanya. Permen itu kemudian diuji oleh badan amal Yayasan Narkoba Selandia Baru, dan ditemukan mengandung 3 gram (0,1 ons) metamfetamin atau sabu-sabu yang disebut berpotensi mematikan.

“Dosis umum yang ditelan adalah antara 10 sampai 25 miligram, jadi permen yang terkontaminasi ini berisi hingga 300 dosis,” ujar Sarah Helm, direktur eksekutif yayasan.

Polisi, kata Baldwin, meyakini permen itu bagian dari operasi penyelundupan narkoba internasional yang salah sasaran. Polisi telah meminta permen tersebut diserahkan kepada pihak berwenang dan sedang menyelidiki bagaimana benda tersebut bisa masuk ke Selandia Baru.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy