Antrean Mengular di SPBU Lhokseumawe hingga Malam

Ilustrasi antrean di SPBU
Ilustrasi - antrean mengular di SPBU pada malam hari. Foto: Dok. detik.com

Lhokseumawe – Ramai warga masih mengantre pengisian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU dalam wilayah Kota Lhokseumawe hingga malam ini, Selasa, 2 Desember 2025.

Pantauan Line1.News, Selasa, pukul 21.20 waktu Aceh, antrean para pengendara sepeda motor dan mobil mengular di SPBU kawasan Cunda, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe. Antrean panjang hingga ke bibir badan Jalan Banda Aceh-Medan lantaran kendaraan di kompleks SPBU itu penuh.

Personel Satuan Lalu Lintas Polres Lhokseumawe mengatur arus lalu lintas di jalan raya depan SPBU tersebut.

Baca juga: Danrem Lilawangsa Minta Warga Lhokseumawe Tidak Panik: Stok BBM Masih Ada

Adapun SPBU di kawasan Simpang Kutablang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe sudah ditutup alias tidak membuka pelayanan pengisian BBM pada Selasa malam ini.

Sebelumnya, antrean panjang ratusan kendaraan terlihat di SPBU tersebut sejak Selasa pagi.

Antrean panjang hingga Selasa malam ini juga masih terlihat di SPBU berlokasi di samping Gedung DPRK Lhokseumawe. Antrean kendaraan mengular hingga depan gedung DPRK.

Antrean para pengendara sepeda motor dan mobil sudah terlihat di SPBU tersebut sejak Selasa pagi.

Baca juga: Pemerintah Aceh Pastikan Stok BBM Aman, Antrean Dipicu Gangguan Listrik PLN

Kondisi hampir sama terjadi di sejumlah kabupaten/kota lainnya, termasuk Banda Aceh. Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin mengatakan antrean mengular tersebut bukan disebabkan oleh kelangkaan pasokan BBM. Melainkan akibat ketidakstabilan suplai listrik PLN yang menghambat proses pengisian dan pelayanan di SPBU.

“Secara stok tidak ada masalah dengan BBM di Banda Aceh. Gangguan terjadi karena ketersediaan listrik PLN yang tidak konstan, masih ada pemadaman bergilir sehingga pengisian BBM dalam jumlah besar ikut terhambat,” kata Murthala, dalam konferensi pers di Banda Aceh, Selasa (2/12).

Menurut Murthala, SPBU yang mengandalkan genset juga tidak memungkinkan beroperasi 24 jam penuh. Karena itu, antrean yang terjadi lebih dipicu kekhawatiran berlebihan di masyarakat.

“Kami imbau warga tidak panik. Panic buying tidak diperlukan karena stok dijamin aman,” ucap Murthala.

Ketua Hiswana Migas Aceh, Nahrawi Noerdin atau Toke Awi, menegaskan suplai energi di Aceh tetap aman. Namun, Toke Awi meminta PLN memprioritaskan suplai listrik ke SPBU agar pelayanan kembali normal.

“SPBU siap melayani masyarakat 24 jam, bahkan 100 jam kalau listrik stabil. Saat ini rata-rata SPBU memakai genset dari pagi sampai malam, dan itu tidak mungkin dipaksakan terus,” kata Toke Awi.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy