Mogadishu – Kelompok militan radikal Al-Shabaab al-Mujahidin menyerang Hotel Cairo di Kota Beledweyne–300 kilometer dari Ibu Kota Somalia, Mogadishu–pada Selasa, 11 Maret 2025, ketika pejabat pemerintah bertemu para tetua suku membahas tindakan terhadap kelompok militan tersebut.
Melansir Al Jazeera, kelompok yang pernah berafiliasi dengan Al Qaeda itu mengklaim telah membunuh lebih dari 10 orang di pertemuan itu.
Serangan dimulai ketika pasukan Al-Shabaab meledakkan bom mobil dan melepaskan tembakan sesudahnya. Pertempuran sengit dengan pasukan keamanan Somalia pun terjadi hingga sore hari.
Menurut News Central Africa, para penyerang mengendarai kendaraan bermuatan bahan peledak ke pintu masuk hotel dan menembaki para peserta di dalam ruang pertemuan.
Ali Suleiman, seorang pemilik toko yang menyaksikan serangan itu, mengatakan kepada Reuters bahwa ia mendengar ledakan besar diikuti tembakan, lalu disusul ledakan lainnya.
Saksi mata yang lain mengatakan sebagian hotel hancur menjadi puing-puing.
Dahir Amin Jesow, anggota parlemen federal dari Beledweyne, menyebutkan sedikitnya empat orang tewas.
Associated Press mengutip seorang penduduk di daerah tersebut, melaporkan enam orang tewas, termasuk dua tetua adat yang terkenal.
“Semua penyerang telah dieliminasi,” kata pejabat keamanan Hussein Ali.
Ia melaporkan sembilan korban sipil termasuk tetua adat tetapi tidak menyebutkan jumlah militan yang terbunuh.
“Lebih dari 10 orang lainnya, sebagian besar warga sipil, mengalami luka-luka,” tambahnya.
Para tetua adat dan pejabat termasuk personel militer berkumpul di hotel itu membahas dukungan bagi Pemerintah Somalia melawan organisasi militan.
Presiden Somalia telah berjanji melancarkan perang total terhadap Al-Shabaab. Militer telah bersekutu dengan milisi lokal dalam serangan yang didukung oleh pasukan Uni Afrika dan serangan udara Amerika Serikat.
Sekilas Al-Shabaab
Al-Shabaab lahir setelah perang saudara 1991. Kelompok ini telah melancarkan perang melawan Pemerintah Somalia selama lebih dari 16 tahun.
Serangan Al-Shabaab kerap menyasar pejabat pemerintah dan personel militer Somalia. Serangan-serangan itu dilakukan karena mereka mencoba menggulingkan pemerintah untuk menerapkan interpretasi ketat mereka sendiri terhadap hukum Islam meskipun warga sipil juga menanggung risiko.
Al-Shabaab kini menguasai sebagian wilayah pedesaan Somalia. Namun kelompok ini terus menjadi ancaman bagi negara tersebut meskipun ada operasi militer berkelanjutan oleh pemerintah dan pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika, yang berhasil mengusirnya dari Mogadishu pada 2011.
Mengutip Wikipedia, karena berideologi Wahabi, Al-Shabaab bertentangan dan berperang melawan kelompok sufi militan Ahlu Sunna Waljama’a, grup paramiliter yang berbasis di Somalia.
Al-Shabaab juga memiliki beberapa jihadis dari negara-negara barat, termasuk Samantha Lewthwaite dari Inggris. Samantha atau Sherafiyah Lewthwaite dijuluki White Widow, salah satu tersangka terorisme yang paling dicari di dunia. Ia adalah janda pelaku bom bunuh diri di London pada 2005, Germaine Lindsay.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy