Dewan Masjid Indonesia Serukan Salat Gaib Berjamaah untuk Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh

Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla bertemu selama dua jam dengan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Doha, Qatar, 12 Juli 2024. Foto: Antara
Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla bertemu selama dua jam dengan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Doha, Qatar, 12 Juli 2024. Foto: Antara

Jakarta – Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengeluarkan surat edaran salat gaib dan doa nasional untuk pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh yang meninggal dunia dalam serangan udara Israel di Iran pada Rabu, 31 Juli 2024.

Surat tertanggal 1 Agustus 2024 itu diteken Ketua Umum DMI Jusuf Kalla (JK) dan Sekretaris Jenderal Rahmat Hidayat. Ada tiga poin utama dalam surat yang ditujukan untuk seluruh jajaran pimpinan DMI mulai dari tingkat wilayah hingga ranting, takmir masjid se-Indonesia, dan umat Islam Indonesia itu.

Poin pertama, DMI menyerukan salat gaib berjamaah untuk asy-syahid Ismail Haniyeh dan para syuhada Palestina di dalam rangkaian pelaksanaan salat Jumat.

“Mendoakan para pejuang kemerdekan Palestina agar senantiasa diberikan keselamatan dan perlindungan oleh Allah SWT, serta memperoleh kemenangan dalam perjuangannya,” bunyi poin kedua seperti dilihat Line1.News, Jumat, 2 Agustus 2024.

Pemimpin Senior Hamas Ismail Haniyeh Terbunuh dalam Serangan Udara Israel di Iran

Lalu poin ketiga, DMI mengimbau untuk mendoakan segera tercapainya gencatan senjata permanen di Gaza, Palestina, sehingga tercipta kedamaian dan perdamaian di sana.

Awal Juli lalu, JK sempat bertemu dengan Ismail Haniyeh di Doha, Qatar. Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12 itu bertemu dengan Haniyeh selama dua jam. Keduanya membicarakan serius terkait peluang gencatan senjata atau menghentikan perang dengan Israel.

“JK meminta kepada Ismail Haniyeh untuk segera melakukan rekonsiliasi dengan kelompok Fatah agar mereka bersatu,” ujar Tim JK seperti dikutip dari detikcom, Sabtu, 13 Juli 2024.

Ismail Haniyeh meninggal dunia di kediamannya di Teheran pada Rabu pagi. Haniyeh berada di Teheran sejak Selasa, 30 Juli 2024, untuk menghadiri pelantikan presiden baru Iran Masoud Pezeshkian.

Hamas menuduh Israel dalang di balik serangan ini. Israel sendiri enggan berkomentar soal tuduhan ini.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy