Jakarta – Penjabat (Pj) Bupati Nagan Raya Fitriany Farhas menjajaki kemungkinan kerjasama dengan Google Indonesia untuk menghadirkan sejumlah sekolah rujukan Google di kabupaten tersebut.
Jumat lalu, Fitriany beraudiensi dengan Google Indonesia di Gedung Pacific Century Place, Jakarta. Kedatangannya disambut hangat Strategic Partner Manager Chrome OS Indonesia, Ganis Samoedra Murharyono.
Pertemuan itu juga membahas berbagai potensi kerja sama yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Nagan Raya melalui pemanfaatan teknologi Google.
“Kami berharap dengan adanya kerjasama ini, dapat memberikan kontribusi untuk meningkatkan kemampuan siswa-siswi di Nagan Raya dengan menggunakan berbagai produk Google for Education seperti Chromebook dalam kegiatan pembelajaran,” ujar Fitriany Jumat, dikutip Minggu, 28 Juli 2024.
Chromebook adalah komputer buatan Google yang menggunakan Chrome OS, sistem operasi berbasis Gentoo Linux yang dikembangkan Google.
Nantinya, kata Fitriany, Pemerintah Nagan Raya akan memfasilitasi para tenaga pengajar mengikuti pelatihan resmi Google for Education untuk meningkatkan kompetensi. “Selain itu, kita juga akan memfasilitasi tenaga pengajar untuk mendapatkan sertifikasi L1 Google Certified Educators.”
Menurut Ganis, Sekolah Rujukan Google merupakan program undangan khusus untuk sekolah negeri yang tertarik menghadirkan pembelajaran inovatif berbasis alat-alat Google for Education.
Program ini, kata dia, mensyaratkan 60 persen penggunaan Chromebook dalam pembelajaran, 100 persen pengajar di sekolah telah mendapatkan pelatihan resmi dari Google Certified Trainer, dan 30 persen pengajar memiliki sertifikasi L1 Google Certified Educators.
“Untuk Kabupaten Nagan Raya termasuk dalam lima besar aktivasi akun belajar.id di Provinsi Aceh meliputi 3.487 akun guru dan 1.888 akun siswa,” ungkap Ganis.
Akun belajar.id merupakan laman pembelajaran untuk kegiatan belajar mengajar yang diluncurkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada 2020 lalu. Guru dan siswa dapat menggunakannya untuk mengakses berbagai platform milik Kemendikbudristek, salah satunya platform Merdeka Mengajar.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy