Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh mendeteksi tujuh titik panas (hotspot) yang tersebar di sejumlah wilayah Aceh berdasarkan pantauan satelit pada Sabtu, 20 September 2025, pukul 00.14 waktu Aceh.
Titik panas tersebut terpantau di wilayah barat dan barat daya Aceh, mencakup Kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya, serta di bagian tengah barat sekitar Aceh Tengah dan Gayo Lues. Satu titik lainnya ditemukan di bagian utara Aceh, tepatnya di sekitar wilayah Aceh Utara.
Prakirawan BMKG Banda Aceh, Dedi, menjelaskan hotspot ini memiliki tingkat kepercayaan rendah (low confidence). Meski begitu, kondisi tersebut tetap perlu diwaspadai.
“Hotspot adalah indikasi adanya anomali panas yang bisa berkaitan dengan kebakaran hutan atau lahan. Meskipun tingkat kepercayaannya rendah, kami tetap mengimbau agar masyarakat dan pihak berwenang meningkatkan kewaspadaan,” kata Dedi, Sabtu siang (20/9).
Menurut Dedi, kemunculan titik panas ini terdeteksi melalui pemantauan satelit Terra, Aqua, S-NPP, dan NOAA20. Proses analisis data dilakukan oleh BMKG dengan menggunakan sumber data dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Dedi menyebut meskipun angin di daratan Sumatra saat ini relatif lemah dengan kecepatan berkisar 10–19 knot, suhu udara yang cukup tinggi di wilayah Aceh turut memperbesar potensi penyebaran api jika terjadi pemicu kebakaran.
“Suhu di wilayah Aceh berkisar antara 24–33 derajat celsius, sementara di dataran tinggi bisa mencapai 16–28 derajat. Kondisi panas ini bisa mempercepat penyebaran api, apalagi jika ada faktor pemicu,” jelasnya.
Meski kelembapan udara bisa sedikit terbantu oleh potensi terbentuknya awan hujan akibat shearline di wilayah barat Sumatra, risiko kebakaran tetap perlu menjadi perhatian, terutama di wilayah rawan seperti Aceh Barat, Nagan Raya, Gayo Lues, dan Aceh Utara.
BMKG mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran terbuka dan tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di musim panas seperti saat ini.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy