Juneau – Ladang es Juneau Alaska, negara bagian Amerika Serikat, semakin cepat mencair. Menurut penelitian terbaru Nature Communications, area yang tertutup salju di Ladang es Juneau, rumah bagi lebih dari 1.000 gletser, kini menyusut 4,6 kali lebih cepat dibandingkan pada 1980-an.
Dilansir dari AP, Para peneliti melacak tingkat salju di hamparan es seluas hampir 1.500 mil persegi sejak 1948 dengan data tambahan hingga abad 18. Terlihat salju perlahan menyusut dari ukuran puncaknya pada akhir Zaman Es Kecil sekitar 1850. Namun, 10 tahun terakhir, laju pencairannya meningkat.
“Yang terjadi adalah seiring perubahan iklim , musim dingin menjadi lebih pendek dan musim panas menjadi lebih panjang. Musim pencairan [es] menjadi lebih panjang,” ujar Bethan Davies, penulis utama penelitian tersebut. Ia ahli glasiologi di Universitas Newcastle, Inggris.
Penyusutan gletser di Alaska dari 2000 hingga 2020, kata Davies, lebih banyak dibandingkan di tempat lain.
Menurut peneliti lain, Mauri Pelto, profesor ilmu lingkungan Nichols College, Massachusetts, Amerika Serikat, pencairannya begitu cepat sehingga aliran es ke dalam air mulai sekarang rata-rata sekitar 50 ribu galon setiap detik.
Hanya empat gletser di ladang es Juneau yang mencair antara 1948 hingga 2005. Namun, 64 gletser di antaranya menghilang antara tahun 2005 dan 2019. Banyak gletser yang terlalu kecil untuk diberi nama, tetapi satu yang lebih besar, gletser Antler, “telah hilang sepenuhnya,” kata Pelto.
Pakar iklim Alaska Brian Brettschneider, yang tidak terlibat dalam penelitian itu, menyebutkan percepatan pencairan tersebut sangat mengkhawatirkan. Ia memperingatkan akan terjadinya “lingkaran kematian” bagi lapisan es yang menipis.
Ladang es adalah kumpulan gletser, sedangkan lapisan es adalah sesuatu yang meliputi seluruh benua dan hanya dua yang tersisa di dunia, yaitu di Greenland dan Antartika. Gletser paling terkenal di ladang es Juneau adalah Mendenhall, tempat wisata yang populer.
Davies mengatakan timnya dapat memperoleh gambaran jangka panjang tentang pencairan lapisan es dari citra satelit, penerbangan pesawat, gambar yang disimpan dalam gudang, dan pengukuran sejarah lokal. Semuanya mereka satukan seperti kepingan puzzle raksasa yang sebagian besar berwarna putih.
Lima pakar di luar tim peneliti mengatakan penelitian tersebut masuk akal dan sesuai dengan pengamatan lainnya. Michael Zemp, Kepala World Glacier Monitoring Service mengatakan hal itu menunjukkan perlunya tindakan mendesak dan nyata untuk menyelamatkan sebagian dari es yang tersisa.
“Kita sudah 40 tahun sejak pertama kali saya melihat gletser itu. Jadi, 40 tahun dari sekarang, seperti apa bentuknya nanti?” kata Pelto. “Saya rasa saat itu, lapisan es Juneau sudah melewati titik kritis.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy