Wabup Aceh Tengah Minta Jalur Bireuen-Takengon Segera Dipulihkan

Wabup Aceh Tengah
Wabup Aceh Tengah Muchsin Hasan saat rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pasca Bencana DPR RI di Banda Aceh, Selasa, 30 Desember 2025. Foto: Tangkapan Layar

Banda Aceh – Wakil Bupati Aceh Muchsin Hasan meminta akses Bireuen-Takengon segera dipulihkan agar bahan pokok dapat didistribusikan dengan lancar.

“Kami berharap jalur Bireuen-Takengon kiranya dapat terus kita tingkatkan pembangunannya karena ini satu-satunya akses untuk membawa BBM, sembako dan sejumlah kebutuhan lain untuk Bener Meriah dan terutama Aceh Tengah,” ujar Muchsin di rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pasca Bencana DPR RI di Banda Aceh, Selasa, 30 Desember 2025, dilihat dari tayangan TVR Parlemen.

Sementara jalur ke Gayo Lues dan Nagan Raya, kata dia, hingga hari ini belum tembus tapi terus diupayakan penanganannya.

“Kecamatan Rusip Antara termasuk Pameu masih terisolasi karena dua jembatan utama yang berada di jalan nasional masih dalam penanganan,” ungkapnya. Di Rusip Antara sendiri terdapat 37 desa.

Baca juga: Purbaya Usulkan Anggaran Aceh Ditambah Rp1,63 Triliun

Muchsin juga melaporkan hingga kini terdapat enam kecamatan belum 100 persen mendapatkan suplai arus listrik termasuk jaringan telepon, karena medan menuju lokasi masih belum memungkinkan. Keenam kecamatan tersebut yaitu Linge, Rusip Antara, Ketol, Kute Panang, Silih Nara, dan Bintang.

“Kami hanya bisa berkomunikasi berkat bantuan [perangkat internet] Starlink dari pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh,” ujarnya.

Muchsin juga memaparkan 4.426 rumah rusak terdampak bencana dan 2.379 di antaranya hilang. Bahkan, kata dia, beberapa desa harus direlokasi karena tidak memungkinkan lagi untuk dibangun hunian.

“Tanahnya tidak ada lagi karena berada di dekat aliran sungai. Ada sebagaian tanahnya ada tapi masyarakat sudah enggan tinggal di sana karena faktor longsor,” ujarnya.

Baca juga: Sling Putus, Wabup Aceh Tengah Nyaris Jatuh Saat Seberangi Sungai Bergang

Sementara itu, 179 jembatan hilang dan rusak. Demi membeli bahan pokok, kata dia, masyarakat menyeberangi sungai memakai sling.

“Saya juga hampir terjatuh saat naik sling itu putus tali belakangnya. Alhamdulillah masih selamat. Itu di wilayah Bergang yang menghubungkan Bener Meriah dengan Aceh tengah,” ungkapnya.

Muchsin juga berharap agar ada penambahan alat berat yang bekerja karena kondisi lapangan yang begitu berat untuk mempercepat pemulihan pascabencana.

Adapun lahan pertanian dan perkebunan terdampak banjir dan longsor mencakup kebun kopi 12.638 hektare, kebun cabai 4.100 hektare, persawahan 2.787 hektare, serta perikanan seluas 37,35 hektare.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy