Aceh Timur – Data sementara sebanyak 225.182 jiwa di 24 kecamatan di Kabupaten Aceh Timur terdampak banjir. Pemkab Aceh Timur mulai menyalurkan bantuan beras total 788,14 ton dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk masyarakat terdampak banjir.
“Bantuan ini diberikan dengan perhitungan 250 gram per jiwa per hari untuk masa panik 14 hari,” bunyi keterangan dilansir laman Pemkab Aceh Timur, Sabtu, 6 Desember 2025.
Beberapa kecamatan dengan jumlah jiwa terdampak terbesar, antara lain Rantau Peureulak 28.263 jiwa (98,92 ton beras), Peureulak 25.368 jiwa (88,78 ton beras), Simpang Ulim 23.222 jiwa (81,28 ton beras), Idi Rayek 19.008 jiwa (66,53 ton beras), dan Julok 17.780 jiwa (62,23 ton beras).
Penyaluran bantuan beras tersebut dipimpin Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, Sabtu (6/12). Dia menegaskan pemerintah daerah berkomitmen memastikan seluruh bantuan tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran.
Al-Farlaky meminta aparatur kecamatan dan gampong segera berkoordinasi untuk mempercepat proses pendistribusian. “Saya tegaskan agar penyaluran dilakukan dengan tertib dan sesuai data. Ini tanggung jawab kita bersama untuk memastikan setiap jiwa terdampak mendapatkan haknya,” tuturnya.
Pemkab Aceh Timur juga terus memperbarui data lapangan dan memantau kondisi banjir. Termasuk membuka posko-posko bantuan di sejumlah titik untuk menjangkau wilayah yang aksesnya masih terhambat.
Al-Farlaky menekankan distribusi bantuan akan dilakukan secara merata dan terkoordinir melalui camat serta perangkat gampong agar tepat sasaran.
“Bantuan ini kita salurkan untuk mengurangi beban masyarakat yang sedang menghadapi musibah banjir. Pemkab Aceh Timur bersama seluruh unsur terkait terus bekerja memastikan logistik dan kebutuhan dasar warga aman,” ujar Al-Farlaky.
Dia menginstruksikan OPD terkait terus memantau kondisi lapangan, memastikan jalur distribusi aman, serta memerhatikan wilayah yang aksesnya terputus akibat banjir. “Intinya kita ingin warga tidak kekurangan bahan pangan selama masa tanggap darurat ini,” tegasnya.
Bantuan dari Ijeck
Bantuan untuk korban banjir di Aceh Timur terus mengalir dari berbagai pihak. Kali ini, bantuan datang dari anggota DPR RI, Musa Rajekshah (Ijeck), yang dikirim melalui jalur laut dan dibawa menggunakan KRI Gilimanuk. Kapal perang tersebut tidak dapat merapat ke Pelabuhan Kuala Idi karena kondisi alur masuk yang dangkal, sehingga proses bongkar muat dilakukan di tengah laut.
Bupati Al-Farlaky ikut menjemput bantuan tersebut pada Sabtu (6/12) dengan menggunakan kapal nelayan yang difasilitasi Panglima Laot dan masyarakat setempat. Proses pelansiran dilakukan menggunakan kapal motor milik warga untuk memindahkan bantuan secara bertahap dari KRI Gilimanuk ke daratan.
“Bantuan ini datang dari Pak Ijeck menggunakan kapal perang. Ini merupakan bantuan kesekian kalinya yang masuk via jalur laut. Semua ini tidak terlepas dari koordinasi intens kita selama ini dengan pihak pelabuhan, baik di Aceh maupun Belawan, Medan,” ujar Al-Farlaky.
Dia memastikan seluruh bantuan akan segera disalurkan melalui mekanisme terkoordinasi bersama perangkat daerah, relawan, dan unsur masyarakat. “Kita akan bahu-membahu bersama masyarakat dan seluruh stakeholder agar bantuan kemanusiaan ini dapat tersalurkan secepat mungkin kepada warga terdampak,” ucapnya.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy