Banda Aceh – Banjir yang menerjang Aceh beberapa hari terakhir mengakibatkan terputusnya transportasi jalan lintas nasional. Buntutnya, sembilan bahan pokok (Sembako) di Banda Aceh mengalami kenaikan.
Syahri, salah seorang pembeli di Pasar Al-Mahirah, Lamdingin, Banda Aceh, mengatakan sejumlah bahan pokok melambung tinggi. Bahkan, di beberapa toko stok telah habis.
“Cabai merah Rp250 ribu perkilogram, bawang bombay Rp40 ribu per kilogram, dan bawang merah Rp50 ribu per kilogram. Telur ayam Rp70 ribu satu papan,” ujar Syahri, dikonfirmasi Line1.News, Jumat, 28 November 2025.
Syahri juga menyampaikan stok bahan pokok di sejumlah swalayan dan ritel modern di Banda Aceh semakin menipis. Dia mengatakan beberapa rak barang konsumsi juga tampak berkurang.
“Stok barang pokok di Suzuya menipis. Rak telor kosong di Suzuya dari pagi,” kata Syahri.
Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 560/01317 tentang imbauan untuk tidak melakukan panic buying demi menjaga stabilitas pasokan barang kebutuhan pokok di wilayah Kota Banda Aceh.
Illiza mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan berbelanja kebutuhan pokok secara wajar serta secukupnya sesuai kebutuhan. Dia mengklaim persediaan barang kebutuhan pokok tersedia dalam jumlah yang cukup.
“Tidak melakukan pembelian barang kebutuhan pokok secara berlebihan (panic buying),” tulis Illiza dalam suratnya yang dikutip, Jumat sore.
Dia juga meminta para pelaku usaha ritel dan distributor untuk tidak menaikkan harga di luar kewajaran dan tidak menahan atau menimbun barang yang dapat menyebabkan kelangkaan.
“Tindakan penimbuan dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.
Illiza berharap toko-toko, swalayan, dan peritel dapat menerapkan pembatasan jumlah pembelian barang tertentu per konsumen untuk memastikan pemerataan ketersedian barang bagi seluruh masyarakat.
“Bagi seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas perdagangan tetap wajib menerapkan protokol kesehatan secara baik untuk mencegah penularan virus influenza yang sedang meningkat saat ini,” ujarnya.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy