26 SPBU dan 94 Agen LPG di Aceh Terdampak Banjir, Akses Distribusi Terputus

Petugas Isi BBM
Petugas mengisi BBM di SPBU. Foto: Pertamina

Banda Aceh – Dampak banjir dan tanah longsor yang menerjang Aceh beberapa hari terakhir mengakibatkan puluhan SPBU, agen LPG, hingga sembilan SPBE mengalami dampak akibat terputusnya akses menuju lokasi.

“Di wilayah Aceh terdapat 26 SPBU, 94 agen LPG, dan 9 SPBE yang terdampak akibat terputusnya akses menuju lokasi. Namun, pemantauan stok BBM dan LPG di lembaga penyalur tetap dilakukan secara intensif,” kata Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, dalam keterangannya, Jumat, 28 November 2025.

Fahrougi menjelaskan hingga kemarin malam, tercatat stok gasoline sebesar 1.548 KL, gasoil 658 KL, serta 447.517 MT LPG yang tersebar di berbagai titik penyalur.

Dia menyebut pascahujan ekstrem, angin kencang, dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir menyebabkan hambatan pada akses jalan serta mobilitas armada distribusi BBM dan LPG.

Menurutnya, kabupaten dan kota yang terdampak paling berat menjadi prioritas penanganan, termasuk Kabupaten Pidie Jaya, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Subulussalam, Aceh Singkil, Nagan Raya, dan Aceh Barat Daya.

“Dampak signifikan juga terjadi pada jalur suplai LPG, terutama jalur Terminal LPG Arun menuju SPBE Aceh yang terputus di Pidie Jaya, serta akses dari Pangkalan Susu menuju Aceh Tenggara yang masih belum dapat dilalui,” jelasnya.

Sebagai langkah dukungan kemanusiaan, Pertamina Patra Niaga Sumbagut menyiapkan penyaluran bantuan melalui koordinasi penuh dengan BPBD Aceh, sehingga penyaluran tersebut dapat terarah dan sesuai kebutuhan warga terdampak.

Dia menuturkan Pertamina akan menyesuaikan jenis bantuan dengan data kebutuhan yang disampaikan BPBD Aceh, serta menyalurkannya secara bertahap mengikuti perkembangan kondisi lapangan.

“Selain memastikan suplai energi tetap berjalan, kami juga siap menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui koordinasi dengan BPBD Aceh agar penanganan dapat berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.

Dari sisi operasional, berbagai langkah seperti penyesuaian pola suplai, rerouting dari terminal terdekat, serta penyiapan mobil tangki, skid tank, dan perangkat telekomunikasi lapangan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan.

“Pertamina memastikan setiap langkah mitigasi tetap mengutamakan keselamatan personel dan keamanan operasional,” kata dia.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy